Orideknews.com, Manokwari, – Alexander Naheson Wanggai terpilih sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HIMAPRO) Teknik Sipil, Fakultas Sains, Teknologi, dan Kesehatan (SAINTEKES), Universitas Muhammadiyah Papua Barat, periode 2026/2027. Pemilihan tersebut berlangsung melalui musyawarah pada Jumat, 16 Oktober 2026, dalam suasana penuh kebersamaan, kekompakan, dan semangat demokrasi mahasiswa.
Musyawarah ini menjadi momentum penting dalam membentuk organisasi kemahasiswaan di tingkat program studi sekaligus memperkuat komitmen mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri, kepemimpinan, kreativitas, dan solidaritas di lingkungan kampus.
Ketua Program Studi Teknik Sipil, Dr. Arfiani, M.Pd., mengatakan HIMAPRO dibentuk sebagai wadah strategis bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi akademik maupun nonakademik, sekaligus meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan profesionalisme.
“Himpunan Mahasiswa Program Studi (HIMAPRO) Teknik Sipil dibentuk sebagai wadah organisasi kemahasiswaan yang bertujuan mengembangkan potensi akademik, kepemimpinan, kreativitas, solidaritas, dan profesionalisme mahasiswa Teknik Sipil. Selain itu, HIMAPRO diharapkan dapat mendukung pencapaian visi dan misi Program Studi Teknik Sipil serta Fakultas SAINTEKES Universitas Muhammadiyah Papua Barat,” ungkapnya.
Ia berharap, HIMAPRO dapat mendorong mahasiswa lebih aktif dalam berbagai kegiatan akademik dan kemahasiswaan, membangun budaya organisasi yang positif, serta memperkuat sinergi antara mahasiswa, program studi, dan fakultas.
Sementara itu, Dekan Fakultas SAINTEKES, Dr. Gunawan, M.Pd., menyampaikan bahwa pembentukan HIMAPRO merupakan langkah penting untuk memberikan ruang bagi mahasiswa dalam belajar berorganisasi, mengembangkan potensi diri, meningkatkan prestasi akademik, serta melatih jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab.
Menurutnya, HIMAPRO tidak boleh sekadar menjadi organisasi formal, tetapi harus mampu menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk berinovasi, membangun solidaritas, dan mengembangkan kemampuan diri.
“Saya berharap, dengan terbentuknya HIMAPRO Teknik Sipil, mahasiswa memiliki wadah untuk mengembangkan potensi diri, meningkatkan prestasi akademik, serta melatih jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab. HIMAPRO tidak boleh hanya menjadi organisasi formal, tetapi harus benar-benar menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar berorganisasi, berinovasi, membangun solidaritas, dan mengembangkan kemampuan diri,” ujarnya.
Dekan juga berpesan kepada ketua dan seluruh pengurus terpilih agar menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab. Pengurus diharapkan membangun komunikasi yang baik dengan program studi dan fakultas, serta menyusun dan melaksanakan program kerja yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa maupun masyarakat.
Ia berharap HIMAPRO Teknik Sipil periode 2026/2027 dapat berkembang menjadi organisasi yang aktif, kreatif, inovatif, dan produktif dalam mendukung peningkatan kualitas mahasiswa.
“Semoga HIMAPRO Teknik Sipil menjadi organisasi yang mampu melahirkan calon insinyur yang profesional, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap pembangunan Papua Barat,” tambahnya.
Musyawarah pembentukan dan pemilihan ketua tersebut tidak hanya menjadi proses penentuan kepemimpinan organisasi, tetapi juga menjadi sarana menumbuhkan nilai-nilai demokrasi, kebersamaan, kekompakan, dan tanggung jawab kolektif di kalangan mahasiswa. (ALW/ON).




