Orideknews.com, MANOKWARI, – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran campak di Kabupaten Manokwari, terutama dengan memastikan anak mendapatkan imunisasi.
Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Billy G. Makamur, mengatakan campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular. Anak yang belum memiliki kekebalan atau belum mendapatkan imunisasi menjadi kelompok yang paling berisiko tertular.
Hal tersebut disampaikan Billy saat memberikan materi dalam sosialisasi penanggulangan campak di Puskesmas Nuni, Kabupaten Manokwari.
Menurutnya, penyebaran kasus perlu menjadi perhatian karena mobilitas masyarakat antarkawasan cukup tinggi, termasuk masyarakat di wilayah Pantura yang setiap hari melakukan perjalanan menuju pusat Kota Manokwari.
Aktivitas masyarakat seperti berjualan dan berbelanja di pasar maupun melakukan perjalanan ke wilayah lain membuka kemungkinan terjadinya kontak dengan penderita tanpa disadari.
“Tidak tertutup kemungkinan untuk kita yang ada di Pantura karena kita selalu punya akses ke kota. Kadang dari sini berjualan di pasar dan di pasar kita kontak dengan banyak orang,” ujarnya.
Billy menjelaskan, kasus campak telah ditemukan di sejumlah wilayah kerja puskesmas di Kabupaten Manokwari. Sebagian besar kasus terkonsentrasi di beberapa wilayah dengan aktivitas masyarakat yang cukup tinggi.
Kondisi tersebut menjadi alasan pemerintah terus memperkuat langkah penanggulangan agar penularan tidak semakin meluas.
Ia mengatakan, salah satu indikator penting dalam perlindungan masyarakat dari campak adalah cakupan imunisasi. Pemerintah menargetkan cakupan imunisasi mencapai sedikitnya 95 persen sehingga kekebalan masyarakat dapat terbentuk secara optimal.
Dalam paparannya, Billy menyebut masih terdapat sekitar 2.059 anak yang belum mendapatkan imunisasi. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena anak yang belum memiliki kekebalan berisiko lebih besar tertular ketika terjadi penyebaran campak.
Menurut Billy, dampak campak tidak boleh dianggap ringan. Penyakit tersebut dapat menyebabkan berbagai komplikasi, mulai dari pneumonia atau infeksi paru-paru, diare berat yang menyebabkan dehidrasi, gangguan pada otak hingga gangguan penglihatan.
Pada kondisi berat, campak bahkan dapat menyebabkan kematian. Karena itu, ia mengingatkan orang tua agar tidak menunggu anak sakit untuk mendapatkan perlindungan. Imunisasi menjadi salah satu langkah utama untuk mencegah penyakit dan mengurangi risiko komplikasi berat.
Billy juga meminta masyarakat tidak langsung khawatir apabila anak mengalami demam ringan setelah mendapatkan imunisasi. Kondisi tersebut dapat muncul sebagai bagian dari respons tubuh setelah pemberian vaksin dalam proses pembentukan kekebalan.
Namun, apabila setelah imunisasi muncul keluhan yang berat atau mengkhawatirkan, orang tua diminta segera membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Ia menegaskan pelayanan imunisasi yang dilaksanakan pemerintah diberikan secara gratis. Karena itu, masyarakat diharapkan memanfaatkan pelayanan tersebut untuk melindungi anak-anak dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.
Selain campak, Billy turut menjelaskan bahaya rubella, terutama apabila menginfeksi ibu hamil. Infeksi rubella selama kehamilan dapat meningkatkan risiko keguguran maupun menyebabkan bayi lahir dengan kelainan bawaan, termasuk gangguan pendengaran, gangguan mata dan kelainan jantung.
Sebagai bagian dari penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di Kabupaten Manokwari, pemerintah akan melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI) Campak pada 5–17 Oktober 2026.
Billy mengatakan sosialisasi di Puskesmas Nuni merupakan bagian dari persiapan pelaksanaan imunisasi tersebut dengan melibatkan tenaga kesehatan, pemerintah distrik, kader serta unsur masyarakat.
Ia berharap masyarakat, khususnya orang tua, mendukung pelaksanaan ORI dengan membawa anak-anak sesuai sasaran ke lokasi pelayanan imunisasi.
Sebelum imunisasi diberikan, petugas kesehatan akan melakukan skrining untuk memastikan kondisi kesehatan anak. Apabila terdapat kondisi tertentu yang menyebabkan imunisasi belum dapat diberikan, petugas akan memberikan arahan terkait waktu pemberian berikutnya.
Billy menekankan keberhasilan penanggulangan KLB campak tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan. Dukungan orang tua, kader, pemerintah distrik, kampung dan seluruh masyarakat dibutuhkan untuk meningkatkan cakupan imunisasi. (ALW/ON).

