Orideknews.com, MANOKWARI, – UPTD Puskesmas Masni bersama Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat dan Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari menggencarkan sosialisasi Campak-Rubela sebagai bagian dari upaya penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak di Kabupaten Manokwari.
Sosialisasi yang berlangsung di ruang pertemuan UPTD Puskesmas Masni, Distrik Masni, Rabu (30/9/2026), sekaligus menjadi persiapan pelaksanaan imunisasi campak serentak di Kabupaten Manokwari pada 5–17 Oktober 2026.
Kegiatan dibuka Plt. Kepala Distrik Masni, Martinus Isba, didampingi Kepala Tata Usaha (KTU) UPTD Puskesmas Masni, Suratno, A.Md.Kep. Sosialisasi diikuti kader kesehatan, kepala kampung, Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) BKKBN, serta unsur lintas sektor lainnya.
Materi mengenai Campak-Rubela dan imunisasi disampaikan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat melalui penanggung jawab program imunisasi.
Usai mengikuti sosialisasi, Martinus Isba mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap campak sebagai penyakit ringan. Sebab, penyakit tersebut dapat menimbulkan komplikasi serius, terutama pada anak-anak.
“Dari penjelasan tadi sangat jelas bahwa campak sangat berbahaya, terutama bagi anak-anak dan ibu hamil. Anak yang terkena campak bisa mengalami radang paru, diare berat, radang otak, bahkan kebutaan dan kematian,” ujar Martinus.
Ia juga mengingatkan risiko Campak-Rubela terhadap ibu hamil. Karena itu, kepala kampung dan kader kesehatan diminta aktif memberikan pemahaman kepada masyarakat sekaligus mengajak orang tua membawa anak mengikuti imunisasi.
“Bagi ibu hamil, campak dan rubela bisa menyebabkan keguguran dan bayi lahir cacat. Karena itu saya minta seluruh kepala kampung dan kader tidak ragu. Bawa semua anak kita ke pos imunisasi,” katanya.
Dalam sosialisasi dijelaskan bahwa campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular melalui percikan batuk dan bersin. Penularannya dapat berlangsung cepat terutama terhadap orang yang belum memiliki kekebalan.
Campak pada anak juga dapat menyebabkan sejumlah komplikasi, mulai dari pneumonia, diare berat yang menyebabkan kekurangan cairan dan gangguan gizi, radang telinga tengah, hingga ensefalitis yang berpotensi menyebabkan kejang dan kerusakan otak.
Selain itu, campak dapat menyebabkan kerusakan mata hingga kebutaan, terutama pada anak yang mengalami kekurangan vitamin A. Setelah sembuh, daya tahan tubuh anak juga dapat melemah dalam jangka waktu tertentu sehingga lebih rentan terhadap infeksi lainnya.
Sementara itu, rubela menjadi perhatian khusus apabila menginfeksi ibu hamil, terutama pada awal kehamilan, karena berisiko menyebabkan Sindrom Rubela Kongenital pada bayi. Kondisi tersebut dapat menyebabkan gangguan pendengaran, katarak, kelainan jantung bawaan, hingga gangguan tumbuh kembang.
Karena vaksin MR tidak diberikan kepada ibu hamil, salah satu bentuk perlindungan terhadap kelompok tersebut adalah meningkatkan kekebalan masyarakat melalui imunisasi anak.
KTU UPTD Puskesmas Masni, Suratno, A.Md.Kep., mengatakan sebanyak 289 anak menjadi sasaran imunisasi di wilayah kerja Puskesmas Masni.
Menurutnya, Puskesmas Masni akan berupaya memastikan seluruh sasaran memperoleh imunisasi sehingga rantai penularan campak dapat diputus.
“Kami akan memastikan seluruh 289 anak ini terimunisasi dengan baik, sehingga rantai penularan campak di Masni bisa kita putus,” kata Suratno.
Ia menjelaskan, imunisasi diberikan secara gratis. Dalam pelaksanaan respons KLB ini, anak yang masuk sasaran tetap dapat memperoleh imunisasi meskipun sebelumnya telah mendapatkan imunisasi campak sesuai ketentuan program.
Jadwal pelayanan di masing-masing wilayah juga telah disampaikan kepada kader kesehatan. Kader bersama pemerintah kampung diharapkan membantu mendata dan menggerakkan orang tua agar membawa anaknya ke lokasi pelayanan.
“Kami minta kader dan kepala kampung membantu mendata dan menjemput anak yang belum datang, supaya tidak ada satu anak pun yang tertinggal,” ujarnya.
Puskesmas Masni juga menyiapkan pelayanan aktif dengan mendatangi masyarakat untuk menjangkau anak yang belum mendapatkan imunisasi. Setelah menerima imunisasi, anak akan menjalani observasi selama 30 menit sebagai bagian dari pemantauan keamanan pascaimunisasi.
Suratno turut mengingatkan masyarakat segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam yang disertai munculnya bintik merah.
“Bila ada anak yang demam lalu muncul bintik merah, segera bawa ke Puskesmas atau laporkan ke kader. Jangan menunggu,” tegasnya.
Melalui sosialisasi tersebut, Puskesmas Masni bersama pemerintah distrik, pemerintah kampung, kader kesehatan dan lintas sektor berkomitmen mengejar cakupan imunisasi minimal 95 persen.
Para peserta juga diminta meneruskan informasi mengenai bahaya Campak-Rubela serta pentingnya imunisasi kepada masyarakat di kampung masing-masing.
Pelayanan imunisasi di wilayah kerja Puskesmas Masni akan dilaksanakan melalui posyandu, balai kampung dan sekolah PAUD. Pelaksanaan tersebut menjadi bagian dari imunisasi Campak-Rubela dalam penanggulangan KLB Campak yang berlangsung serentak di Kabupaten Manokwari pada 5–17 Oktober 2026.
Masyarakat di wilayah Distrik Masni dapat memperoleh informasi mengenai jadwal dan lokasi pelayanan di masing-masing kampung melalui kader kesehatan. Seluruh pelayanan imunisasi diberikan secara gratis. (ALW/ON).




