Home Kesehatan Jelang Imunisasi Massal Campak di Manokwari, Distrik Nuni dan Puskesmas Bangun Kesadaran...

Jelang Imunisasi Massal Campak di Manokwari, Distrik Nuni dan Puskesmas Bangun Kesadaran Warga

Orideknews.com, MANOKWARI, – Plh Kepala Distrik Nuni, Salmon Iba, mengajak pemerintah kampung, tenaga kesehatan, kader, tokoh masyarakat dan seluruh warga memperkuat kerja sama dalam mencegah penyebaran campak di wilayah Distrik Nuni.

Ajakan tersebut disampaikan Salmon Iba saat membuka sosialisasi bahaya campak di Puskesmas Nuni, Kabupaten Manokwari, yang dihadiri Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Papua Barat, Billy G Makamur dan Didampingi Penanggung jawab Program Imunisasi Dinkes Manokwari, Sula Thersia. Kegiatan digelar menyusul ditetapkannya status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di Kabupaten Manokwari.

Salmon mengatakan, penyampaian informasi yang benar menjadi salah satu bagian penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya campak dan langkah pencegahannya.

Menurutnya, informasi kesehatan harus disampaikan dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami. Hal tersebut penting karena kondisi serta tingkat pemahaman masyarakat di setiap kampung berbeda-beda.

“Informasi ini harus kita sampaikan dengan bahasa yang bisa dipahami oleh masyarakat. Karena itu, harus ada kerja sama. Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri,” kata Salmon.

Ia menilai pemerintah distrik, pemerintah kampung, tenaga kesehatan, kader hingga tokoh masyarakat memiliki peran masing-masing dalam memberikan pemahaman kepada warga.

Terlebih, pemerintah kampung dan kader merupakan unsur yang berhubungan langsung dengan masyarakat sehingga diharapkan membantu menyebarluaskan informasi yang diberikan tenaga kesehatan.

Salmon juga mendorong pemanfaatan grup atau wadah komunikasi yang telah tersedia untuk mempercepat penyampaian informasi kepada masyarakat. Informasi mengenai pelayanan kesehatan, sosialisasi hingga jadwal imunisasi dapat diteruskan melalui jaringan komunikasi tersebut.

Selain informasi, ia menekankan pentingnya ketersediaan data dari setiap kampung. Data yang akurat diperlukan untuk membantu pemerintah dan tenaga kesehatan mengetahui kondisi masyarakat serta menentukan langkah penanganan yang diperlukan.

Karena itu, Salmon meminta pemerintah kampung dan seluruh pihak terkait terus berkoordinasi dengan Puskesmas Nuni apabila terdapat persoalan kesehatan maupun kondisi masyarakat yang membutuhkan perhatian.

Dalam menghadapi KLB campak, Salmon mengajak masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum diketahui kebenarannya. Warga, terutama orang tua, diminta mencari penjelasan langsung dari petugas kesehatan apabila masih memiliki keraguan mengenai campak maupun imunisasi.

Ia berharap sosialisasi yang dilakukan Puskesmas Nuni tidak berhenti pada peserta yang mengikuti kegiatan. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan diteruskan kepada keluarga dan masyarakat di kampung masing-masing.

“Kami bersyukur kegiatan ini bisa dilaksanakan. Terima kasih kepada teman-teman petugas kesehatan dan semua pihak yang sudah bekerja sama. Apa yang kita dapatkan di sini, mari kita sampaikan juga kepada masyarakat supaya mereka mengetahui dan memahami informasi ini,” ujarnya.

Salmon Iba berharap masyarakat Distrik Nuni memberikan dukungan terhadap pelaksanaan ORI dan tidak ragu membawa anak-anak yang menjadi sasaran untuk mendapatkan imunisasi.

Menurutnya, keberhasilan penanganan KLB bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan. Dukungan pemerintah distrik, pemerintah kampung, kader, tokoh masyarakat, orang tua dan seluruh elemen masyarakat sangat menentukan keberhasilan upaya memutus penyebaran campak.

Sementara itu, Norce Rita Makauri yang mewakili Kepala Puskesmas Nuni mengatakan, pencegahan dan penanggulangan campak tidak dapat hanya mengandalkan petugas kesehatan.

Menurutnya, tenaga kesehatan memiliki keterbatasan dalam menjangkau masyarakat setiap saat. Karena itu, keterlibatan pemerintah kampung, kader, tokoh masyarakat, tokoh perempuan hingga para orang tua sangat dibutuhkan untuk membantu menyampaikan informasi sekaligus mengetahui kondisi warga di lingkungan masing-masing.

Norce menilai unsur masyarakat yang berada langsung di kampung justru memiliki peran strategis karena lebih mengetahui kondisi keluarga dan anak-anak yang berada di wilayahnya.

Karena itu, komunikasi antara masyarakat dengan petugas kesehatan harus terus diperkuat, terutama dalam menghadapi KLB campak dan menjelang pelaksanaan imunisasi massal.

Ia juga menekankan pentingnya peran perempuan, khususnya ibu-ibu, dalam upaya pencegahan campak. Menurutnya, ibu memiliki kedekatan dengan anak dan keluarga sehingga dapat membantu memastikan kondisi kesehatan anak serta mendukung pelaksanaan imunisasi.

“Ini adalah kerja bersama. Kami dari kesehatan tidak bisa bekerja sendiri. Ibu-ibu di kampung dan semua pihak harus bekerja sama dengan kami supaya ada perlindungan yang bisa kita berikan kepada anak-anak,” ujarnya.

Menurut Norce, perlindungan kesehatan terhadap anak-anak menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi Papua yang sehat di masa mendatang.

“Karena kita sedang menyiapkan generasi Papua ke depan. Kalau anak-anak kita tidak sehat, tentu akan berdampak terhadap generasi kita ke depan,” katanya.

Ia mengapresiasi pemerintah Provinsi, Kabupaten, distrik, pemerintah kampung dan masyarakat yang hadir dalam sosialisasi di Puskesmas Nuni. Kehadiran berbagai unsur masyarakat tersebut diharapkan menjadi kekuatan untuk meneruskan informasi mengenai bahaya campak dan pentingnya imunisasi kepada warga lainnya.

Norce berharap peserta tidak hanya mendengarkan materi sosialisasi, tetapi ikut menjadi penghubung antara petugas kesehatan dan masyarakat sehingga informasi mengenai pencegahan campak dapat menjangkau hingga keluarga-keluarga di kampung.

ORI Campak Digelar 5–17 Oktober

Sosialisasi di Puskesmas Nuni merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menyusul KLB campak di Kabupaten Manokwari.

Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Alexander Takdare, mengatakan hingga minggu ke-36 tahun 2026 tercatat sebanyak 70 kasus campak di Kabupaten Manokwari. Kasus tersebut ditemukan di sejumlah wilayah kerja puskesmas.

Sebagai tindak lanjut penanganan KLB, Pemerintah Kabupaten Manokwari melalui Dinas Kesehatan bersama puskesmas akan melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI) Campak pada 5–17 Oktober 2026 atau selama 12 hari kerja.

Pelaksanaan imunisasi massal tersebut ditargetkan mencapai cakupan sedikitnya 95 persen sebagai langkah memutus rantai penularan sekaligus memberikan perlindungan kepada anak-anak yang menjadi kelompok rentan terhadap campak.

Persiapan ORI dilakukan melalui penyusunan micro planning bersama Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat dan puskesmas. Sosialisasi kepada masyarakat juga terus dilakukan menjelang pelaksanaan imunisasi. (ALW/ON).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here