Home Ekonomi & Bisnis BI Papua Barat Jembatani Data dan Aksi Pengendalian Inflasi Lewat Pesta Sinoli...

BI Papua Barat Jembatani Data dan Aksi Pengendalian Inflasi Lewat Pesta Sinoli X Torang Locavore 2026

BI Papua Barat Jembatani Data dan Aksi Pengendalian Inflasi Lewat Pesta Sinoli x Torang Locavore 2026

Orideknews.com, MANOKWARI – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua Barat menyatakan pentingnya data yang berkualitas, valid, akurat, tepat waktu dan relevan sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan ekonomi serta menentukan langkah pengendalian inflasi di daerah.

Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat, Arief Rahadian, mengatakan kebijakan yang didukung data berkualitas akan menghasilkan intervensi yang lebih tepat sesuai kondisi perekonomian daerah.

Hal tersebut disampaikan Arief dalam Media Briefing Pesta Sinoli x Torang Locavore 2026 di Manokwari, Rabu, (23/9/26) malam.

Menurut Arief, Pesta Sinoli merupakan kegiatan tahunan yang salah satunya menjadi wadah Bank Indonesia untuk memberikan apresiasi kepada responden dan berbagai pemangku kepentingan yang selama ini berkontribusi menyediakan data dan informasi.

Dalam menjalankan tugasnya, BI menggunakan berbagai sumber data untuk menganalisis perkembangan inflasi maupun kondisi perekonomian daerah. Badan Pusat Statistik (BPS) menjadi salah satu mitra utama karena secara rutin merilis perkembangan inflasi setiap bulan dan pertumbuhan ekonomi setiap triwulan.

Selain BPS, data dan informasi juga diperoleh dari statistik sektoral organisasi perangkat daerah (OPD), instansi vertikal serta berbagai kegiatan survei, pertemuan dan focus group discussion (FGD).

“Seluruh data yang kita olah dan akses itu dianalisis menjadi laporan, masukan dan rekomendasi. Itu menjadi masukan untuk program dan kebijakan di daerah maupun nanti sebagai input ke pusat,” ujar Arief.

Ia mengatakan, melalui Pesta Sinoli, BI juga ingin mempererat sinergi dengan BPS, pemerintah daerah, instansi vertikal serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Menurutnya, Bank Indonesia menerapkan pendekatan evidence-based policy atau kebijakan berbasis bukti dalam merumuskan kebijakan.

“Semua perumusan kebijakan harus mendasarkan pada data yang berkualitas, valid, akurat, tepat waktu dan relevan. Sehingga pengambilan kebijakan akan lebih efektif memenuhi sasaran kebijakannya karena sesuai dengan data yang relevan,” katanya.

Arief menjelaskan, Pesta Sinoli kemudian disinergikan dengan Torang Locavore 2026, yang berkaitan dengan upaya pengendalian inflasi dan penguatan ekonomi, terutama melalui kemandirian serta ketahanan pangan.

Torang Locavore membawa pesan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pangan lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Menurut Arief, kedua kegiatan tersebut memiliki keterkaitan. Pesta Sinoli menekankan pada pentingnya data berkualitas sebagai dasar analisis dan perumusan kebijakan. Sementara Torang Locavore menjadi wadah untuk mengomunikasikan dan menunjukkan implementasi berbagai program yang telah dilakukan BI bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya.

“Torang Locavore ini menjadi semacam showcase dari seluruh instansi yang tergabung dalam pengendalian inflasi supaya mereka bisa menunjukkan kebijakannya, layanannya dan apa saja yang sudah mereka lakukan sehingga bisa diketahui publik,” jelasnya.

Melalui Torang Locavore 2026, berbagai instansi dapat mengomunikasikan program dan layanan kepada masyarakat melalui pameran, talk show, diskusi serta berbagai kegiatan edukasi.

Rangkaian Pesta Sinoli x Torang Locavore 2026 juga melibatkan pelajar dan generasi muda melalui berbagai kompetisi edukatif.

Beberapa di antaranya adalah lomba ide bisnis berbasis pangan lokal, lomba konten pangan lokal serta cerdas cermat dengan materi mengenai inflasi.

Menurut Arief, pendekatan melalui permainan dan perlombaan diharapkan membuat edukasi mengenai inflasi, kebanksentralan, keuangan dan ketahanan pangan lebih mudah diterima generasi muda.

“Harapannya materi-materi tersebut bisa kita edukasikan melalui gamifikasi, melalui permainan dan perlombaan sehingga menjadi lebih fun. Belajar sambil bermain,” ujarnya.

Selain kegiatan edukasi, terdapat turnamen catur sebagai sarana membangun jejaring dan silaturahmi antarmitra. Rangkaian kegiatan juga diisi jalan santai sekitar tiga kilometer.

Arief berharap Pesta Sinoli x Torang Locavore 2026 tidak hanya menjadi ajang apresiasi kepada responden dan pemangku kepentingan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat komunikasi dan kolaborasi dalam pengendalian inflasi serta penguatan ekonomi daerah.

Keterlibatan media, kata dia, juga penting untuk memperluas penyebaran informasi karena masyarakat yang menjadi sasaran edukasi tersebar di berbagai wilayah Tanah Papua.

“Tidak semua orang bisa datang ke Manokwari. Tanah Papua sangat luas, terdiri dari berbagai provinsi dan kabupaten. Harapannya mereka juga bisa menangkap pesan dari kegiatan ini,” tutur Arief. (ALW/ON)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here