BerandaPendidikanPetani Muda Masih Minim, YESS-SI Didorong Percepat Regenerasi Pertanian di Manokwari

Petani Muda Masih Minim, YESS-SI Didorong Percepat Regenerasi Pertanian di Manokwari

- Advertisement -spot_img

Orideknews.com, MANOKWARI, — Rendahnya jumlah petani muda menjadi salah satu tantangan regenerasi sektor pertanian. Kondisi tersebut mendorong Kementerian Pertanian (Kementan) memperluas Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services–Scaling Up Intervention (YESS-SI) ke Papua Barat, termasuk Kabupaten Manokwari.

Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari, O’eng Anwaruddin, mengatakan jumlah petani berusia muda masih relatif rendah dibandingkan kelompok usia lainnya.

“Kalau berdasarkan data BPS, petani yang berusia kurang dari 39 tahun hanya berkisar kurang dari 20 persen. Maka salah satu tugas kita adalah meningkatkan atau mewujudkan regenerasi petani,” kata O’eng dalam Sosialisasi Program YESS-SI Kabupaten Manokwari, Kamis (10/9/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena keberlanjutan produksi pangan sangat bergantung pada hadirnya generasi baru yang bersedia terjun dan mengembangkan usaha di sektor pertanian.

Program YESS-SI yang merupakan kerja sama Kementan dan International Fund for Agricultural Development (IFAD) diarahkan untuk membuka lebih banyak ruang bagi generasi muda menjadi tenaga kerja kompeten maupun wirausahawan pertanian.

“Tahun ini program tersebut berkembang ke wilayah timur, ke Papua dan Polbangtan Manokwari menjadi bagian dalam melaksanakan kegiatan ini,” ujar O’eng.

Melalui program tersebut, pemuda yang sudah maupun belum berkecimpung di sektor pertanian akan didorong meningkatkan keterampilan teknis, kemampuan manajemen usaha, serta pola pikir kewirausahaan.

Program juga akan mengidentifikasi potensi komoditas dan peluang usaha pertanian lokal yang dapat dikembangkan generasi muda melalui pendampingan.

Regenerasi Jadi Kunci Ketahanan Pangan

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan peran generasi muda sangat penting dalam mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan nasional.

“Mimpi besar kita adalah mewujudkan swasembada pangan dan menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia,” kata Amran.

Menurutnya, pembangunan pertanian membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki karakter kuat, disiplin, serta etos kerja tinggi.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti, juga menilai generasi muda harus mendapat ruang lebih besar dalam proses transformasi sektor pertanian.

“Mereka perlu terus difasilitasi agar mampu menjadi lokomotif transformasi perekonomian perdesaan melalui modernisasi pertanian dari hulu hingga hilir,” ujarnya.

O’eng mengatakan regenerasi petani harus berjalan beriringan dengan modernisasi pertanian. Anak muda perlu melihat sektor tersebut bukan sekadar pekerjaan budidaya, tetapi sebagai bidang usaha yang memiliki peluang ekonomi dari hulu hingga hilir.

Karena itu, Polbangtan Manokwari bersama pemerintah daerah dan mitra pembangunan akan memperkuat sinergi dalam pelaksanaan YESS-SI.

“Yang tidak kalah penting adalah memperkuat sinergi dan kolaborasi antara Polbangtan Manokwari, pemerintah daerah, dinas terkait serta mitra pembangunan lainnya dalam mendukung keberlanjutan program,” katanya.

Manokwari Punya Potensi Besar

O’eng menilai Manokwari memiliki sumber daya alam dan lahan pertanian yang cukup besar untuk dikembangkan generasi muda. Namun, sebagian kebutuhan pangan daerah hingga kini masih dipenuhi dari luar wilayah.

“Mungkin kita ketahui bahwa untuk di Manokwari, pangan kita masih di-support dari luar. Tentunya harapan kita suatu saat kita bisa mandiri,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut sekaligus membuka peluang bagi petani dan wirausahawan muda untuk mengembangkan usaha produksi pangan maupun agribisnis yang sesuai kebutuhan pasar lokal.

Ia berharap YESS-SI tidak hanya menghasilkan petani muda baru, tetapi juga mampu melahirkan pelaku usaha yang membangun rantai bisnis pertanian secara berkelanjutan.

“Kehadiran program YESS-SI di daerah ini diharapkan dapat menjadi katalisator lahirnya petani-petani muda yang tidak hanya berorientasi pada usaha tani skala kecil, tetapi juga mampu membangun ekosistem agribisnis yang berkelanjutan dan mendukung ketahanan pangan, baik di daerah maupun secara nasional,” pungkas O’eng. (RR/ON)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini