BerandaKesehatanMahasiswa KKN UNIPA Bantu Pelayanan Kesehatan Terintegrasi Dinkes Papua Barat di Teluk...

Mahasiswa KKN UNIPA Bantu Pelayanan Kesehatan Terintegrasi Dinkes Papua Barat di Teluk Wondama

- Advertisement -spot_img

Orideknews.com, TELUK WONDAMA, – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Papua Kelompok Kampung Kaibi, Distrik Wondiboy mulai merealisasikan berbagai program kerja yang telah disusun selama menjalankan pengabdian di masyarakat.

Perwakilan Koordinator mahasiswa KKN, Marta Makamuke, mengatakan kelompoknya tiba di lokasi KKN pada 23 Juni setelah berangkat dari Manokwari. Setibanya di Kampung Wondiboi, rombongan sempat tinggal di rumah DPR sebelum kemudian berpindah ke kampung sebagai lokasi utama pelaksanaan KKN.

Kelompok KKN tersebut beranggotakan 17 mahasiswa yang berasal dari berbagai program studi, di antaranya Teknik, Ekonomi, dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).

“Kami sudah mempresentasikan program kerja kepada masyarakat dan saat ini sudah menjalankan beberapa program, termasuk program di bidang kesehatan,” ujar Marta.

Ia menjelaskan, kelompoknya memiliki delapan program kerja yang mencakup bidang administrasi, kesehatan, pendidikan, agama, pertanian, peternakan, lingkungan, serta satu program pendukung lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Untuk mendukung pelaksanaan program kesehatan, mahasiswa KKN menggandeng puskesmas setempat. Mereka meminta pendampingan tenaga kesehatan agar kegiatan yang telah direncanakan dapat berjalan dengan baik.

Salah satu agenda yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat adalah kegiatan Posyandu yang dijadwalkan pada 5 Juli.

Menurut Marta, jadwal penarikan mahasiswa KKN masih menunggu keputusan dari pihak kampus, namun diperkirakan akan dilaksanakan pada 23 atau 26 Agustus mendatang.

Ia juga menyebutkan bahwa secara keseluruhan terdapat lebih dari 500 mahasiswa, bahkan mendekati 600 orang, yang diterjunkan untuk melaksanakan KKN di berbagai wilayah di Kabupaten Teluk Wondama.

Di lapangan, para mahasiswa KKN juga terpantau turut membantu petugas kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Wondiboy yang bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Wondama dan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat melaksanakan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Keterlibatan mahasiswa tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap upaya pemerintah dalam mendekatkan pelayanan kesehatan hingga ke tingkat kampung sekaligus memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam kegiatan pengabdian masyarakat di bidang kesehatan.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) terus memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit hingga ke tingkat kampung melalui pelaksanaan pelayanan kesehatan terintegrasi yang menyasar masyarakat secara langsung.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan integrasi pelayanan kesehatan yang dilaksanakan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Wondama dan Puskesmas Wondiboy di Kampung Kaibi, Distrik Wondiboy, Kabupaten Teluk Wondama, Jum’at (3/7/2026).

Kegiatan ini menghadirkan berbagai layanan kesehatan secara terpadu dalam satu lokasi pelayanan, mulai dari skrining penyakit menular, penyakit tidak menular (PTM), surveilans imunisasi, pemeriksaan status gizi, hingga pengobatan massal bagi masyarakat setempat.

Pelayanan kesehatan terintegrasi tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah dalam mendekatkan akses layanan kesehatan kepada masyarakat, terutama bagi warga yang tinggal di kampung-kampung dan wilayah yang masih membutuhkan perhatian lebih dalam upaya pencegahan serta pengendalian penyakit.

Para peserta menjalani serangkaian pemeriksaan yang mengintegrasikan skrining penyakit menular, penyakit tidak menular, pemeriksaan status gizi, hingga skrining status imunisasi guna mendeteksi secara dini berbagai persoalan kesehatan yang berpotensi dialami masyarakat.

Pada kelompok penyakit menular, petugas kesehatan melakukan skrining terhadap sejumlah penyakit yang hingga kini masih menjadi perhatian di Papua Barat, yakni HIV/AIDS, malaria, kusta, frambusia, tuberkulosis, serta pemeriksaan Hepatitis B khusus bagi ibu hamil.

Pemeriksaan Hepatitis B terhadap ibu hamil dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan penularan penyakit dari ibu kepada bayi yang dikandungnya, sehingga risiko infeksi pada bayi dapat ditekan sedini mungkin.

Skrining penyakit menular dilakukan melalui proses wawancara, pengumpulan informasi kesehatan masyarakat, serta pemeriksaan awal oleh petugas kesehatan.

Petugas juga menanyakan berbagai gejala yang mungkin dialami masyarakat, termasuk adanya luka lama yang tidak kunjung sembuh pada kaki atau bagian tubuh lainnya yang dapat menjadi indikasi awal penyakit frambusia maupun kusta.

Pendekatan ini dinilai penting karena masih banyak masyarakat yang menganggap luka kronis atau perubahan pada kulit sebagai kondisi biasa sehingga tidak segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Selain penyakit menular, perhatian besar juga diberikan terhadap penyakit tidak menular yang dalam beberapa tahun terakhir terus mengalami peningkatan dan menjadi penyebab utama kematian di Indonesia.

Dalam pemeriksaan tersebut, masyarakat menjalani skrining status gizi, pemeriksaan tekanan darah untuk mendeteksi risiko hipertensi, pemeriksaan kadar gula darah guna mengetahui potensi Diabetes Mellitus, pemeriksaan kadar kolesterol dan asam urat, hingga pemeriksaan kesehatan khusus bagi perempuan.

Skrining kesehatan perempuan meliputi pemeriksaan kanker payudara serta skrining kanker serviks sebagai upaya meningkatkan deteksi dini terhadap penyakit yang sering kali baru diketahui ketika sudah memasuki stadium lanjut.

Melalui pemeriksaan yang dilakukan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat memperoleh pengobatan dan penanganan lebih cepat sehingga peluang kesembuhan menjadi lebih besar.

Selain pemeriksaan penyakit, tim kesehatan juga melakukan skrining status imunisasi bagi masyarakat guna memastikan perlindungan terhadap penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi tetap terjaga. Pemeriksaan tersebut mencakup status imunisasi tetanus pada anak-anak, calon pengantin, hingga ibu hamil. (ALW/ON).

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini