Orideknews.com, TELUK WONDAMA, – Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Frans Abidondifu, S.KM.,M.Epid mengajak seluruh kepala kampung, tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, dan tokoh pemuda untuk berperan aktif mendukung percepatan eliminasi kusta di Kabupaten Teluk Wondama.
Ajakan tersebut disampaikan Frans saat membuka Pertemuan Persiapan Pelaksanaan Investigasi Kontak, Skrining Kusta, Pemberian Kemoprofilaksis, dan Pelacakan Kasus Putus Obat Kusta di Kabupaten Teluk Wondama.
Menurut Frans, kusta bukan hanya menimbulkan kesakitan dan kecacatan, tetapi juga berdampak terhadap kondisi ekonomi keluarga, produktivitas masyarakat, hingga pembangunan daerah.
“Orang yang mengalami kecacatan akibat kusta akan kehilangan produktivitas sehingga menjadi beban bagi keluarga maupun pemerintah. Karena itu, tujuan kegiatan ini adalah menemukan kasus sedini mungkin agar tidak bertambah parah, sekaligus memberikan pengobatan sehingga penderita tidak mengalami kecacatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan kegiatan difokuskan pada tiga program utama, yakni investigasi kontak dan skrining untuk menemukan kasus secara aktif, pemberian kemoprofilaksis kepada kontak serumah sebagai upaya mencegah penularan, serta pelacakan pasien yang putus berobat agar dapat kembali menjalani pengobatan hingga tuntas.
Untuk mendukung upaya tersebut, petugas kesehatan akan melakukan kunjungan dari rumah ke rumah (door to door). Karena itu, dukungan pemerintah kampung dinilai sangat penting dalam membantu petugas menjangkau masyarakat.
“Peran kepala kampung sangat besar karena mengetahui kondisi wilayah dan warganya. Kami berharap kepala kampung dapat membantu mengarahkan petugas ke rumah-rumah yang terdapat pasien kusta, sekaligus mengajak masyarakat agar bersedia menjalani pemeriksaan,” katanya.
Frans mengatakan, penularan kusta dapat terjadi di lingkungan keluarga apabila penderita tidak segera ditemukan dan diobati. Oleh sebab itu, setiap kasus harus dideteksi sedini mungkin agar tidak menjadi sumber penularan baru.
Ia juga mengingatkan bahwa penyakit kusta dapat disembuhkan apabila penderita menjalani pengobatan secara teratur hingga selesai.
“Selain kita beriman kepada Tuhan untuk kesembuhan, pengobatan juga sangat penting. Obat kusta mampu membunuh bakteri penyebab penyakit sehingga dapat mencegah terjadinya kecacatan,” jelasnya.

Selain pemeriksaan dan pengobatan, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat juga akan memperkuat edukasi kepada masyarakat melalui media penyuluhan, seperti poster dan bahan informasi yang akan dipasang di balai kampung, gereja, maupun tempat-tempat umum.
Menurutnya, edukasi diperlukan agar masyarakat memahami bahwa kusta dapat disembuhkan serta tidak perlu takut menjalani pemeriksaan maupun pengobatan.
Frans juga meminta kepala kampung membantu menggerakkan masyarakat untuk hadir dalam kegiatan skrining serta memberikan informasi mengenai dampak kusta yang tidak hanya menyebabkan gangguan kesehatan dan kecacatan, tetapi juga menimbulkan kerugian ekonomi bagi keluarga dan masyarakat.
“Kita ingin tidak ada lagi kasus yang terlewat. Semua penderita harus tercatat, mendapatkan pengobatan sampai tuntas, sehingga tidak ada lagi pasien yang mengalami kecacatan akibat putus berobat,” ungkapnya.
Frans menyebut , eliminasi kusta tidak dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan saja, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.
“Dengan komitmen bersama pemerintah kampung, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, dan tenaga kesehatan, kami yakin penularan kusta dapat ditekan sehingga target eliminasi kusta di Kabupaten Teluk Wondama dapat tercapai,” tambah Frans. (ALW/ON).