Orideknews.com, MANOKWARI, – Menjelang 1 Juli 2026, Ketua Parlemen Jalanan Kabupaten Manokwari sekaligus tokoh masyarakat, Ruben Bonay, mengajak seluruh masyarakat di Kabupaten Manokwari dan Provinsi Papua Barat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Ajakan tersebut ditujukan kepada seluruh elemen masyarakat, baik Orang Asli Papua (OAP) maupun masyarakat non-Papua yang hidup berdampingan di wilayah Manokwari dan Papua Barat.
Ruben mengatakan situasi keamanan yang selama ini terjaga dengan baik perlu dipertahankan demi menciptakan suasana yang aman, damai, dan kondusif. Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi maupun isu-isu negatif yang berpotensi memecah persatuan dan kesatuan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Manokwari untuk terus menjaga situasi Kamtibmas yang selama ini berjalan baik. Jangan mudah terpengaruh oleh isu-isu negatif yang dapat memecah persatuan dan mengganggu keamanan daerah,” ujarnya.
Menurut Ruben, momentum Hari Bhayangkara ke-80 harus menjadi sarana untuk memperkuat kebersamaan dan semangat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat. Ia menilai Manokwari selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan kedamaian yang perlu terus dipelihara bersama.
Selain itu, Ruben mengingatkan bahwa pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV yang berlangsung pada 21–28 Juni 2026 memang telah resmi ditutup. Namun, masih terdapat sejumlah peserta, tamu, dan pendamping dari berbagai daerah yang berada di Manokwari.
Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban dan memberikan rasa aman kepada para tamu yang masih berada di Papua Barat sehingga mereka dapat membawa kesan positif tentang daerah tersebut.
“Kita ingin menunjukkan bahwa Manokwari dan Papua Barat adalah rumah yang damai dan terbuka bagi semua. Mari bersama menjaga ketenangan agar situasi keamanan tetap aman, kondusif, dan terkendali,” katanya.
Ruben berharap semangat kebersamaan yang terbangun selama pelaksanaan Pesparawi maupun menjelang Hari Bhayangkara dapat terus dipertahankan sebagai modal penting dalam menjaga stabilitas daerah dan mendukung pembangunan di Papua Barat. (ALW/ON).