Orideknews.com, MANOKWARI, – Ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari menjadi momentum bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk unggulan daerah kepada ribuan peserta dan tamu dari seluruh Indonesia. Salah satu produk yang dipromosikan adalah Kopi Arabika Kwau, kopi khas Kabupaten Manokwari yang dibudidayakan di Distrik Mokwam.
Pemilik kebun Kopi Arabika Kwau, Semuel Mandacan, yang juga menjabat sebagai Ketua Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Wilayah Papua Barat, mengatakan kopi tersebut kini mulai dikenal masyarakat Manokwari dan terus dikembangkan agar mampu bersaing dengan kopi dari daerah lain di Indonesia.
Menurut Semuel, pengembangan kopi di wilayah Kwau menunjukkan hasil yang cukup menjanjikan. Saat ini luas lahan yang telah ditanami mencapai sekitar 70 hektare, dengan 40 hektare di antaranya sudah berkembang baik dan sekitar 15 hektare telah memasuki masa produksi.
“Tanaman kopi yang kami kembangkan rata-rata baru berusia sekitar lima tahun sehingga produksinya belum maksimal. Namun kebun yang sudah menghasilkan saat ini terus menunjukkan perkembangan yang positif,” ujarnya.
Ia menjelaskan, produksi kopi yang terkumpul dari lahan yang telah panen masih berkisar 150 kilogram per periode panen dan belum mencapai satu ton. Meski demikian, kualitas Kopi Arabika Kwau mendapat penilaian yang baik dengan skor cupping mencapai 80,2, sehingga masuk kategori specialty coffee.
“Kelebihan Kopi Arabika Kwau terletak pada karakter rasanya yang memiliki perpaduan asam dan manis yang seimbang. Nilai kualitasnya mencapai 80,2, sehingga memiliki peluang besar untuk dipasarkan lebih luas,” kata Semuel.
Momentum penyelenggaraan PESPARAWI Nasional XIV dimanfaatkan sebagai sarana promosi untuk memperkenalkan kopi khas Papua Barat kepada para peserta, pendamping, dan tamu yang datang dari berbagai provinsi.
“Kami sudah menyiapkan sekitar 50 hingga 150 bungkus kopi untuk dipasarkan selama PESPARAWI. Harapannya para tamu dapat membawa Kopi Arabika Kwau sebagai oleh-oleh khas Manokwari sekaligus membantu memperkenalkan produk ini ke daerah masing-masing,” ujarnya.
Semuel berharap dukungan berbagai pihak terhadap pengembangan kopi lokal terus ditingkatkan sehingga Kopi Arabika Kwau dapat menjadi salah satu komoditas unggulan Papua Barat yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Ia menambahkan, selain meningkatkan perekonomian masyarakat pedesaan, pengembangan kopi juga diharapkan menjadi bagian dari upaya pemberdayaan petani dan penguatan sektor pertanian di Kabupaten Manokwari. (ALW/ON).



