Top 5 This Week

Related Posts

Pencegahan Malaria Jadi Prioritas Dinkes Papua Barat Selama PESPARAWI Nasional XIV

Orideknews.com, MANOKWARI, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat menempatkan upaya pencegahan malaria sebagai prioritas utama dalam mendukung pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari.

Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat, dr. Alwan Rimosan, mengatakan berbagai langkah pencegahan telah disosialisasikan kepada seluruh kontingen sejak pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) beberapa hari lalu. Menurutnya, keberhasilan pencegahan malaria sangat bergantung pada kesadaran dan kedisiplinan masing-masing peserta.

“Yang paling penting adalah pencegahan dari personal. Peserta diimbau membiasakan memakai pakaian lengan panjang saat beraktivitas pada malam hari, termasuk ketika mengikuti kegiatan maupun perlombaan. Selain itu, penggunaan losion antinyamuk atau repelan juga sangat dianjurkan,” ujar Alwan, Rabu (17/6/26).

Selain perlindungan individu, Dinas Kesehatan bersama panitia juga melaksanakan berbagai program pengendalian vektor penyakit melalui kegiatan kesehatan lingkungan. Upaya tersebut meliputi penyemprotan residu dalam ruangan atau Indoor Residual Spraying (IRS), fogging, survei jentik nyamuk, serta pembersihan lingkungan di lokasi-lokasi pemondokan dan kegiatan peserta.

Alwan mengajak seluruh peserta dan masyarakat untuk turut menjaga kebersihan lingkungan guna mengurangi potensi berkembangbiaknya nyamuk penyebab malaria maupun penyakit lainnya.

“Kami berharap semua pihak ikut menjaga kebersihan lingkungan. Jika lingkungan bersih, risiko penyebaran penyakit juga dapat ditekan,” katanya.

Sebagai bagian dari dukungan kesehatan selama PESPARAWI, Dinas Kesehatan juga memastikan penyediaan makanan yang bersih dan bergizi guna menjaga daya tahan tubuh peserta. Selain itu, ketersediaan obat-obatan, termasuk obat malaria, telah disiapkan di seluruh fasilitas kesehatan yang mendukung pelaksanaan kegiatan.

“Kami sudah menyiapkan obat-obatan yang diperlukan, termasuk obat malaria. Mudah-mudahan dengan berbagai upaya pencegahan yang dilakukan, tidak ada peserta maupun tamu yang terpapar malaria selama kegiatan berlangsung,” tambahnya.

Kepala Seksi P2M Dinkes Papua Barat, Owira Indou dan Pj Program Malaria Dinkes Papua Barat, Zulhedi Hasanussy dan dua petugas dinkes usai melaksanakan Fogging dan IRS di salah satu penginapan non hotel di Andai, Manokwari.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Papua Barat telah melakukan pengendalian nyamuk dewasa melalui penyemprotan dinding bangunan menggunakan metode IRS dan fogging di sejumlah lokasi pemondokan peserta PESPARAWI Nasional XIV.

Kegiatan tersebut berlangsung pada 12–15 Juni 2026 dengan melibatkan petugas kesehatan lingkungan provinsi, petugas program malaria puskesmas, serta tenaga teknis terkait. Pemeriksaan dan pengendalian dilakukan di sejumlah lokasi, antara lain Balai Diklat Koperasi dan PGGP di Sowi, Papua Shalom Sogun, Sekolah Alkitab di Sowi Gunung dan Arfai, serta Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua Barat di Andai, Manokwari Selatan.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Papua Barat, Owira Indou, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memastikan seluruh lokasi pemondokan memenuhi standar kesehatan lingkungan sebelum ditempati peserta dari berbagai daerah.

“Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kebersihan lingkungan, kondisi sanitasi, kualitas air bersih, serta memetakan potensi perkembangbiakan nyamuk dan vektor penyakit lainnya. Ini penting agar peserta dapat tinggal dengan aman dan nyaman selama mengikuti PESPARAWI,” ujarnya.

Menurut Owira, seluruh penginapan non-hotel yang digunakan sebagai tempat tinggal peserta wajib mendukung pelaksanaan pemeriksaan kesehatan lingkungan dan fogging. Setiap lokasi akan memperoleh berita acara pemeriksaan kesehatan lingkungan, checklist pra-event, serta surat laik sehat sementara sebagai syarat kelayakan penggunaan selama kegiatan berlangsung.

“Tujuan utama kami adalah menjamin kesehatan dan keselamatan seluruh peserta, tamu VVIP, panitia, dan masyarakat selama pelaksanaan PESPARAWI XIV. Kami ingin memastikan kegiatan ini berlangsung sukses tanpa gangguan kesehatan lingkungan yang dapat menimbulkan risiko penyakit,” katanya.

Sementara itu, Penanggung Jawab Program Malaria Dinas Kesehatan Papua Barat, Zulhedi Hasanussy, menjelaskan bahwa pengendalian vektor dilakukan melalui dua pendekatan utama, yakni pemberantasan jentik nyamuk dan pengendalian nyamuk dewasa.

Untuk nyamuk malaria jenis Anopheles, pemeriksaan difokuskan pada kolam dan genangan air yang berpotensi menjadi habitat larva. Sedangkan untuk nyamuk Aedes aegypti penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD), pemeriksaan dilakukan pada berbagai tempat penampungan air di dalam maupun luar ruangan.

Berdasarkan hasil survei kepadatan nyamuk, puncak aktivitas nyamuk Anopheles terjadi pada pukul 19.00–22.00 WIT. Karena itu, pelaksanaan fogging dilakukan pada malam hari, sekitar pukul 19.00–20.00 WIT, agar lebih efektif menekan populasi nyamuk dewasa yang berpotensi menularkan malaria. (ALW/ON)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles