Orideknews.com, MANOKWARI, – Tim relawan kesehatan Spektra Doreri terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan kesehatan spesialis bagi masyarakat di wilayah terpencil Papua Barat.
Meski menghadapi keterbatasan anggaran, tim yang berada di bawah naungan Rumah Sakit Umum Kabupaten Manokwari ini tetap rutin turun ke lapangan setiap bulan dengan mengandalkan swadaya dan dukungan donatur.
Ketua Spektra Doreri, dr. Asmawati Adnan, Sp.T.H.T.K.L, menjelaskan bahwa Spektra Doreri merupakan kumpulan tenaga kesehatan spesialis yang tidak hanya terdiri dari dokter, tetapi juga perawat yang telah memiliki sertifikasi atau pelatihan khusus sesuai bidangnya.
“Spektra Doreri ini terdiri dari beberapa spesialis, bukan hanya dokter. Ada juga perawat yang memang sudah tersertifikasi di bidang tertentu atau telah menjalani pelatihan khusus seperti perawat mata, luka, maupun THT,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tim inti Spektra Doreri saat ini terdiri dari tiga dokter spesialis, yakni dirinya sendiri selaku dokter spesialis Telinga, Hidung, Tenggorok (THT) sekaligus ketua tim, dr. Feby Lefaan sebagai dokter gigi spesialis mulut, serta dr. Anugerah sebagai dokter spesialis mata.
Dalam pelaksanaannya, Spektra Doreri juga kerap melibatkan sejumlah dokter spesialis lain seperti spesialis penyakit dalam, paru, hingga saraf yang bergabung secara sukarela tanpa menerima bayaran.
“Biasanya kami ajak juga beberapa dokter spesialis lain. Teman-teman ikut tanpa biaya. Kalau makan kadang kami tanggung bersama, alat dan bahan juga dari kami sendiri. Untuk obat-obatan biasanya kami meminta dukungan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari maupun Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat,” jelasnya.
Menurut dr. Asmawati, keterbatasan pendanaan menjadi tantangan utama dalam menjalankan pelayanan rutin. Lokasi pelayanan pun sangat bergantung pada kondisi keuangan tim.
“Terkait lokasi pelayanan, itu tergantung keuangan. Karena memang kami cukup terbatas. Rata-rata kami mendapat bantuan dari donatur atau iuran swadaya dari anggota tim,” katanya.
Spektra Doreri sendiri telah terbentuk sekitar tiga tahun lalu. Awalnya, tim ini dikenal dengan nama Baksos Go Go Go, yang memiliki makna “go kampung ke kampung” sebagai semangat untuk menjangkau masyarakat hingga ke pelosok.
Seiring perjalanan waktu, nama tersebut kemudian berubah menjadi Spektra Doreri.
Meski bukan komunitas formal, tim ini berstatus sebagai relawan kesehatan di bawah koordinasi Rumah Sakit Umum Kabupaten Manokwari.
Saat ini, Spektra Doreri memiliki sekitar 11 anggota aktif yang secara rutin terlibat dalam pelayanan lapangan.
Selama tiga tahun terakhir, tim ini telah memberikan pelayanan kesehatan di berbagai wilayah, mulai dari Kabupaten Pegunungan Arfak, Teluk Wondama, Kabupaten Manokwari, hingga Kabupaten Manokwari Selatan.
dr. Asmawati menambahkan, semangat gotong royong dan dedikasi sosial, Spektra Doreri terus bergerak menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya di daerah-daerah yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap layanan medis spesialis. (ALW/ON).



