Orideknews.com, MANOKWARI – Rendahnya cakupan imunisasi balita di Distrik Mokwam, Kabupaten Manokwari, menjadi perhatian serius dalam pelaksanaan Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB) yang digelar Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat pada 15–19 Mei 2026.
Temuan tersebut disampaikan dokter spesialis anak, dr. Maria C.H. Warwe, Sp.A, setelah melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap anak-anak di Kampung Amber dan Kampung Asarbey.
Menurut dr. Maria, sebagian besar balita yang diperiksa belum mendapatkan imunisasi lanjutan secara lengkap. Bahkan, banyak di antaranya yang sama sekali belum pernah menerima imunisasi setelah lahir.
“Dari hasil pelayanan yang kami lakukan, hampir semua balita yang kami temukan belum mendapat imunisasi lanjutan. Informasi yang kami terima, pelayanan imunisasi di wilayah ini belum berjalan secara optimal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bayi yang lahir di fasilitas pelayanan kesehatan di kota umumnya telah menerima imunisasi dasar pertama, yakni Hepatitis B. Namun setelah kembali ke kampung, sebagian besar tidak lagi memperoleh imunisasi lanjutan sesuai jadwal.
“Kalau bayi lahir di pusat pelayanan kesehatan di kota, biasanya mereka sudah mendapat imunisasi pertama. Tetapi setelah pulang ke kampung, mereka tidak lagi mendapatkan pelayanan imunisasi lanjutan karena tidak ada pelayanan rutin yang menjangkau wilayah ini,” jelasnya.
Menurut dr. Maria, kondisi geografis Distrik Mokwam yang berada di wilayah pegunungan dengan akses transportasi terbatas menjadi salah satu penyebab rendahnya cakupan imunisasi.
Jarak tempuh yang jauh menuju fasilitas kesehatan primer seperti puskesmas, ditambah biaya transportasi yang relatif mahal, membuat masyarakat kesulitan membawa anak-anak mereka untuk mendapatkan imunisasi.
Melihat kondisi tersebut, dr. Maria menegaskan bahwa petugas kesehatan harus lebih aktif melakukan pendekatan jemput bola untuk memastikan pelayanan imunisasi dapat menjangkau seluruh anak di wilayah terpencil.
“Kalau masyarakat sulit datang ke fasilitas kesehatan, maka petugas kesehatan yang harus datang langsung ke kampung-kampung. Ini sudah menjadi tanggung jawab pelayanan kesehatan di wilayah kerja puskesmas,” ucapnya.
Ia menilai, cakupan imunisasi yang rendah dapat meningkatkan risiko munculnya penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui vaksinasi, seperti campak, polio, difteri, hingga hepatitis.
Karena itu, ia berharap puskesmas yang membawahi wilayah Distrik Mokwam dapat memperkuat pelayanan imunisasi keliling secara rutin agar tidak ada lagi balita yang terlewat dari program imunisasi dasar lengkap.
Pelayanan Kesehatan Bergerak yang digelar Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses layanan kesehatan di wilayah terpencil.
Selain pemeriksaan kesehatan umum, kegiatan tersebut juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya imunisasi sebagai langkah perlindungan dasar bagi tumbuh kembang anak. (ALW/ON).




