Top 5 This Week

Related Posts

Dokter Spesialis Anak Ungkap Sejumlah Temuan Kesehatan Saat PKB Dinkes Papua Barat di Distrik Mokwam

Orideknews.com, MANOKWARI, Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB) yang digelar Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat di Distrik Mokwam, Kabupaten Manokwari, menemukan sejumlah persoalan kesehatan yang masih menjadi tantangan serius.

Tingginya kasus infeksi saluran pernapasan, infeksi kulit, hingga rendahnya cakupan imunisasi pada balita menjadi temuan utama selama dua hari pelayanan kesehatan di Kampung, Syou, Amber dan Asarbey.

Temuan tersebut disampaikan dokter spesialis anak, dr. Maria C.H. Warwe, Sp.A, usai melakukan pemeriksaan terhadap ratusan warga yang memanfaatkan layanan kesehatan bergerak.

Menurut dr. Maria, kasus yang paling banyak ditemukan selama pelayanan adalah infeksi saluran pernapasan, disusul infeksi kulit akibat parasit, khususnya skabies atau kudis.

“Kasus yang paling banyak kami temukan adalah infeksi saluran pernapasan, kemudian infeksi kulit. Yang paling dominan justru infeksi parasit, yaitu skabies,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tingginya kasus skabies diduga berkaitan dengan kondisi lingkungan dan faktor kebersihan diri masyarakat. Suhu udara yang dingin di wilayah pegunungan diduga menjadi salah satu penyebab sehingga memicu munculnya infeksi kulit.

“Kemungkinan karena tempatnya dingin, kebersihan diri jadi kurang terjaga dan itu menjadi salah satu penyebab infeksi kulit,” jelasnya.

Selain itu, tim medis juga menemukan beberapa kasus diare dan anemia, meski jumlahnya tidak terlalu banyak. Namun, perhatian terbesar tim medis tertuju pada rendahnya cakupan imunisasi balita di wilayah tersebut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dan informasi yang diperoleh di lapangan, sebagian besar balita di Distrik Mokwam belum mendapatkan imunisasi lanjutan secara lengkap.

“Hampir semua balita yang kami temukan belum pernah mendapat imunisasi lanjutan. Kalau bayi lahir di fasilitas kesehatan di kota, biasanya mereka mendapat imunisasi pertama yaitu Hepatitis B. Tapi setelah kembali ke kampung, sebagian besar tidak lagi mendapatkan imunisasi berikutnya,” ungkap dr. Maria.

Ia menilai kondisi geografis yang sulit dijangkau menjadi salah satu faktor utama rendahnya pelayanan imunisasi di daerah tersebut. Jarak tempuh yang jauh serta biaya transportasi yang tinggi menyulitkan masyarakat untuk mengakses fasilitas kesehatan primer seperti puskesmas.

Karena itu, ia menegaskan pentingnya petugas kesehatan untuk lebih aktif melakukan pelayanan jemput bola ke wilayah-wilayah terpencil.

“Kalau masyarakat sulit datang ke fasilitas kesehatan, maka petugas kesehatan yang harus datang ke masyarakat. Ini memang sudah menjadi program puskesmas, terutama untuk pelayanan imunisasi di wilayah kerja yang sulit dijangkau,” tegasnya.

Menurutnya, rendahnya cakupan imunisasi di daerah terpencil merupakan tanggung jawab bersama petugas kesehatan di wilayah kerja puskesmas setempat agar pelayanan dasar tetap dapat menjangkau seluruh masyarakat.

Pelayanan Kesehatan Bergerak yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat berlangsung pada 15–19 Mei 2026 dan dipusatkan di Kampung Syou, Kampung Asarbey, dan Kampung Amber, Distrik Mokwam.

Program ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Papua Barat dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terpencil.

Pada hari kedua pelaksanaan di Kampung Amber dan Asarbey, ratusan warga dari berbagai kelompok usia memadati lokasi pelayanan untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan, mulai dari anak-anak, ibu hamil, hingga orang dewasa.

Berbagai layanan kesehatan diberikan secara langsung, meliputi pemeriksaan kolesterol, gula darah, asam urat, tes malaria, hingga pengukuran tinggi badan, berat badan, lingkar perut, dan lingkar lengan guna menilai status gizi masyarakat.

Seluruh pelayanan dilakukan dengan sistem jemput bola, di mana tim medis turun langsung ke kampung-kampung guna menjangkau masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan. (ALW/ON).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles