BerandaOlahragaForki Papua Barat: KONI Harus Berbenah, Kesejahteraan Atlet Jadi Prioritas

Forki Papua Barat: KONI Harus Berbenah, Kesejahteraan Atlet Jadi Prioritas

- Advertisement -spot_img

Orideknews.com, MANOKWARI, – Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Papua Barat, Muh. Yusuf Frendi Weriditi, mendorong pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat sebagai fondasi meningkatkan prestasi olahraga daerah.

Menurut Yusuf, pembenahan organisasi menjadi langkah awal yang harus dilakukan agar KONI Papua Barat memiliki arah pembinaan yang jelas, terukur, serta mampu menaungi seluruh cabang olahraga (cabor) secara profesional.

“Pada prinsipnya yang pertama KONI harus berbenah. KONI harus berbenah. Harus kiblatnya jelas,” tegas Yusuf.

Ia menilai kejelasan arah organisasi sangat menentukan keberhasilan program pembinaan olahraga. KONI sebagai induk organisasi olahraga prestasi di daerah harus mempunyai strategi yang jelas sehingga program yang dijalankan tidak berjalan sendiri-sendiri dan dapat memberikan dampak langsung terhadap perkembangan cabor maupun atlet.

Pembenahan tersebut, kata dia, juga harus menyentuh aspek manajemen dan tata kelola organisasi. Program pembinaan membutuhkan perencanaan yang matang, transparansi, serta sinkronisasi antara KONI, pengurus cabor dan pihak-pihak terkait.

Yusuf menekankan, organisasi yang sehat akan berpengaruh langsung terhadap aktivitas cabor dan keberlangsungan pembinaan atlet. Karena itu, restrukturisasi dan pembenahan internal harus diarahkan untuk menciptakan sistem yang mampu memberikan kepastian kepada cabor dalam menjalankan program pembinaan.

Selain pembenahan organisasi, ia menempatkan kesejahteraan atlet sebagai salah satu persoalan penting yang harus mendapat perhatian serius.

Menurutnya, atlet merupakan ujung tombak prestasi olahraga daerah. Karena itu, kebutuhan dan kesejahteraan mereka tidak boleh ditempatkan sebagai persoalan sekunder.

Jaminan kesejahteraan, fasilitas latihan dan dukungan terhadap kebutuhan atlet dinilai akan memberikan motivasi bagi mereka untuk menjalani program latihan secara maksimal dan mengejar prestasi.

Dalam konsep pembinaan tersebut, Yusuf melihat setidaknya terdapat tiga unsur yang saling berkaitan, yakni organisasi cabang olahraga harus aktif, kesejahteraan atlet diperhatikan, serta pembinaan diarahkan kepada pencapaian prestasi secara berjenjang.

Ketiga aspek tersebut dinilai harus berjalan bersamaan. Cabor yang aktif akan menciptakan pembinaan berkelanjutan, sementara dukungan terhadap kesejahteraan atlet akan memperkuat motivasi mereka untuk berprestasi.

Target pembinaan pun tidak boleh berhenti pada kompetisi tingkat daerah. Atlet Papua Barat harus dipersiapkan untuk mampu bersaing pada kejuaraan nasional hingga menembus kompetisi internasional.

Yusuf mengatakan Pekan Olahraga Nasional (PON) menjadi salah satu tolok ukur penting untuk melihat keberhasilan pembinaan olahraga Papua Barat.

Bidang Pembinaan Prestasi, menurutnya, tentu menginginkan sebanyak mungkin atlet Papua Barat mampu lolos dan tampil pada PON. Bahkan secara ideal, seluruh atlet yang dipersiapkan diharapkan mampu memenuhi kualifikasi.

Namun, ia menyadari target tersebut membutuhkan kerja keras dan pembinaan yang dilakukan secara serius serta terencana.

Karena itu, peningkatan kualitas teknis, fisik dan mental atlet menjadi pekerjaan penting yang harus dipersiapkan sejak jauh hari. Pembinaan tidak dapat dilakukan hanya ketika menghadapi kompetisi, tetapi harus berjalan secara berkesinambungan.

Selain jumlah atlet yang lolos, peningkatan peringkat Papua Barat pada PON juga harus menjadi sasaran yang diperjuangkan. Dengan demikian, keberhasilan pembinaan tidak hanya diukur berdasarkan keikutsertaan, tetapi juga pencapaian prestasi.

Yusuf menilai Papua Barat memiliki potensi atlet yang besar. Potensi tersebut harus ditunjang sistem pembinaan yang mampu mengidentifikasi, mengembangkan dan mempertahankan atlet-atlet potensial hingga mencapai performa terbaik.

Lebih jauh, Yusuf menginginkan pembinaan olahraga Papua Barat tidak berhenti pada PON. Atlet-atlet berprestasi dari daerah ini harus diarahkan untuk mampu menembus Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas).

Masuknya atlet Papua Barat ke Pelatnas menjadi pintu untuk membawa mereka bersaing pada level internasional sekaligus memperkuat kontribusi Papua Barat terhadap prestasi olahraga Indonesia.

Dengan sistem pembinaan yang baik, ia berharap semakin banyak atlet Papua Barat mendapat kesempatan memperkuat Indonesia pada berbagai kejuaraan internasional.

Target tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi KONI dan seluruh cabor untuk membangun pembinaan secara sistematis, mulai dari pencarian bibit atlet, peningkatan kualitas pelatih, penyediaan sarana latihan hingga dukungan terhadap kesejahteraan atlet.

Menurut Yusuf, prestasi internasional tidak dapat diperoleh secara instan. Dibutuhkan organisasi yang sehat, cabor yang aktif, atlet yang mendapatkan dukungan memadai serta program pembinaan yang memiliki target jelas.

Karena itu, ia menilai transformasi KONI Papua Barat harus dimulai dari pembenahan internal dan penentuan arah organisasi yang tegas.

“Dengan sinergi antara KONI, cabor, pelatih dan atlet, Kami optimis Provinsi Papua Barat dapat meningkatkan prestasi di tingkat nasional sekaligus melahirkan lebih banyak atlet yang mampu memperkuat Indonesia dan bersaing di panggung internasional,” tutupnya. (ALW/ON).

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini