BerandaOlahragaYosias Saroy Kantongi Dukungan Sejumlah Cabor, Komitmen Benahi KONI Papua Barat

Yosias Saroy Kantongi Dukungan Sejumlah Cabor, Komitmen Benahi KONI Papua Barat

- Advertisement -spot_img

Orideknews.com, MANOKWARI, Bakal calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua Barat, Yosias Saroy, menyatakan komitmennya untuk membangun organisasi olahraga yang transparan, solid, dan mengedepankan integritas apabila mendapat kepercayaan memimpin KONI Papua Barat.

Hal itu disampaikan Yosias Saroy dalam acara penyerahan rekomendasi dukungan dari sejumlah cabang olahraga (cabor), yakni IBCA MMA, IODI, Forki, Futsal, Catur, dan Gulat Papua Barat. Dukungan tersebut menjadi bagian dari proses pencalonannya sebagai Ketua KONI Papua Barat dan akan disusul oleh Foksi Papua Barat.

Yosias menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pengurus cabor, atlet, pelatih, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan kepadanya.

Ia mengatakan, dukungan yang diberikan tidak akan dibalas dengan kepentingan tertentu. Menurutnya, kepercayaan tersebut merupakan bagian dari sebuah perjuangan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada teman-teman dari cabang olahraga serta semua pengurus yang telah memberikan pilihan dan kepercayaan kepada saya melalui rekomendasi-rekomendasi yang diberikan,” kata Yosias, Sabtu, (29/8/26) di markas IBCA MMA Papua Barat, Cafe Yen Beba, Pasir Putih. 

Ia menegaskan, apabila mendapat amanah memimpin KONI Papua Barat, dirinya ingin membangun organisasi berdasarkan komitmen bersama dan tidak berjalan berdasarkan kepentingan pribadi maupun kelompok.

Yosias bahkan meminta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan untuk tetap menjaga soliditas dan konsistensi hingga proses pemilihan berlangsung.

“Saya berharap rekomendasi yang telah diberikan kepada saya sampai dengan malam hari ini harus kita bangun menjadi sebuah komitmen yang jelas. Tidak ada Judas dan pengkhianatan di antara kita semua,” tegasnya.

Menurut dia, setiap dukungan yang telah diberikan harus disertai dengan komitmen yang kuat. Ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang bermain di dua sisi atau memberikan dukungan kepada lebih dari satu calon.

“Kalau jatuh pilihannya kepada saya, tetap di saya. Jangan sampai ada yang di dua kaki atau di dua hati kepada yang lain. Saya berharap kita yang hadir malam ini tidak ada yang seperti itu,” ujarnya.

Yosias mengatakan, apabila dirinya terpilih sebagai Ketua KONI Papua Barat, langkah awal yang akan dilakukan adalah duduk bersama dengan seluruh pihak untuk menyusun struktur organisasi yang transparan dan mengedepankan orang-orang yang memiliki kemampuan terbaik.

Ia menyebut proses tersebut tidak akan dilakukan secara sepihak, melainkan melalui pembicaraan dan kesepakatan bersama.

“Kita akan duduk bersama untuk menyusun sebuah struktur organisasi yang transparan untuk kita semua. Kita pilih orang-orang yang terbaik,” katanya.

Yosias mengakui bahwa mengelola organisasi olahraga bukanlah pekerjaan mudah. Berbagai persoalan dan dinamika organisasi menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.

Namun, ia mengaku keputusan untuk maju sebagai bakal calon Ketua KONI Papua Barat didorong oleh aspirasi dan harapan dari berbagai pihak, khususnya pengurus cabang olahraga.

“Saya sebenarnya berani juga masuk, tetapi ada dorongan, ada aspirasi, ada harapan. Akhirnya saya juga beranikan diri untuk maju bersama-sama dengan teman-teman sekalian,” tuturnya.

Ia memastikan jika mendapat kepercayaan, penyusunan kepengurusan akan dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan dan integritas masing-masing individu.

“Siapa pun yang nanti membantu saya untuk menjalankan organisasi olahraga yang ada di provinsi tercinta Papua Barat ini, harus merupakan orang-orang terbaik,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Yosias juga menegaskan bahwa dirinya tidak ingin membawa kepentingan keluarga maupun praktik nepotisme ke dalam organisasi KONI Papua Barat.

Ia memberikan contoh prinsip yang selama ini dipegangnya dalam keluarga ketika berhadapan dengan kesempatan yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.

“Saya tidak bawa nepotisme atau keluarga untuk nanti akan masuk ke organisasi yang besar ini,” tegasnya.

Menurut Yosias, jabatan dan kekuasaan tidak boleh mengalahkan prinsip integritas. Baginya, menjaga nama baik merupakan sesuatu yang jauh lebih penting dibandingkan jabatan, kekayaan maupun penghormatan.

“Saya pasti menjaga nama baik saya yang saya bawa turun dari gunung sana, bawa ke sini. Itu harus saya bawa terus sampai saya masuk kuburan,” katanya.

“Nama baik saya itu lebih penting, lebih berharga dari perak dan emas, daripada jabatan, kekayaan, dan juga penghormatan apa pun yang ada di dunia ini,” sambungnya.

Ia mengingatkan bahwa kehidupan dan jabatan di dunia bersifat sementara. Karena itu, setiap orang yang mendapat kepercayaan harus menggunakan kesempatan tersebut untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, keluarga, daerah, bangsa, dan Tuhan.

Yosias mengajak seluruh pengurus cabor, atlet, dan pihak-pihak yang telah memberikan dukungan untuk menjaga persatuan hingga proses pemilihan Ketua KONI Papua Barat selesai.

Ia meminta seluruh pihak tidak terpecah oleh kepentingan dan tetap berjalan dalam satu arah untuk membangun olahraga Papua Barat.

“Sekarang saatnya kita semua bekerja sama dan kita satukan barisan ini. Harus utuh. Tidak ada yang belok, tapi lurus ke depan untuk kita atur dengan harapan kita bersama,” pungkasnya. (ALW/ON).

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini