
Orideknews.com, Manokwari, – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari kembali mewisuda 100 Sarjana Terapan Diploma IV angkatan ke-5 tahun akademik 2025/2026. Para lulusan diharapkan menjadi tenaga profesional yang mampu memperkuat pembangunan pertanian dan mendukung keberlanjutan swasembada pangan, khususnya di Tanah Papua.
Menteri Pertanian menegaskan bahwa pembangunan pertanian membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten, profesional, dan mampu bekerja langsung bersama petani di lapangan. Karena itu, lulusan pendidikan vokasi pertanian diharapkan tidak hanya menguasai ilmu dan teknologi, tetapi juga mampu menjadi penggerak pembangunan pertanian di daerah.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, mengatakan lulusan pendidikan vokasi pertanian memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan pertanian melalui kompetensi teknis dan kemampuan mendampingi petani di lapangan.
Hal tersebut tercermin dalam pelaksanaan wisuda Polbangtan Manokwari yang berlangsung di Aula Polbangtan Manokwari, Kamis (27/8/2026).
Direktur Polbangtan Manokwari, Oeng Anwarudin, mengatakan dengan tambahan 100 lulusan tersebut, jumlah alumni Polbangtan Manokwari sejak masih bernama Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) hingga tahun 2026 telah mencapai 1.325 orang.
Sebagian besar alumni tersebut, kata Anwarudin, telah tersebar di berbagai wilayah Tanah Papua, mulai dari Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Tengah hingga Papua Pegunungan. Sebagian lainnya juga telah bekerja di luar Papua.
“Harapan kita terutama insan pertanian bahwa alumni ini bisa berdampak pada pembangunan pertanian di Indonesia, khususnya di Tanah Papua,” ujar Anwarudin.
Ia mengatakan keberadaan alumni di berbagai daerah diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan sektor pertanian, terutama dalam mendukung peningkatan produksi pangan dan kesejahteraan petani.
Menurut Anwarudin, 100 lulusan yang diwisuda terdiri atas mahasiswa reguler maupun mahasiswa yang mengikuti program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Mahasiswa RPL merupakan mereka yang sebelumnya telah memiliki pengalaman bekerja di lapangan, termasuk sebagai penyuluh pertanian. Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka akan kembali ke daerah masing-masing untuk melanjutkan tugas dan pengabdian di sektor pertanian.
Hal yang sama berlaku bagi mahasiswa reguler yang berstatus tugas belajar. Sebagian di antaranya merupakan penyuluh pertanian yang telah menjadi pegawai dan akan kembali menjalankan tugas pendampingan kepada petani.
“Setelah selesai mereka harus kembali ke daerahnya masing-masing untuk melanjutkan pekerjaannya sebagai penyuluh pertanian,” katanya.
Anwarudin menjelaskan, penyuluh pertanian memiliki peran penting dalam pembangunan sektor pertanian. Selain mendampingi petani dalam meningkatkan produktivitas, penyuluh juga berperan menjembatani koordinasi antara petani dan pemerintah daerah dalam menjalankan berbagai program pertanian.
Peran tersebut dinilai semakin penting di tengah upaya pemerintah menjaga keberlanjutan swasembada pangan.
“Pak Presiden dan Pak Menteri sudah menyatakan bahwa tahun 2025 kita sudah swasembada pangan. Tentunya tidak hanya tahun itu, kita ingin tahun-tahun berikutnya juga terwujud swasembada pangan,” ujarnya.
Karena itu, Anwarudin berharap para alumni yang kembali ke daerah masing-masing dapat menerapkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama menempuh pendidikan untuk membantu petani meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian.
Ia menilai sumber daya manusia yang kompeten di bidang pertanian menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan pangan, terlebih bagi Tanah Papua yang memiliki potensi pertanian yang besar.
Dengan bertambahnya 100 lulusan tersebut, Polbangtan Manokwari terus mendorong para alumni untuk mengambil peran strategis di daerah masing-masing. Mereka diharapkan tidak hanya menjadi tenaga profesional di bidang pertanian, tetapi juga mampu meningkatkan kapasitas petani serta memperkuat ketahanan dan swasembada pangan di wilayah kerjanya.
“Kita bersinergi untuk melanjutkan pembangunan pertanian,” pungkas Anwarudin. (ALW/ON).
