
Orideknews.com, MANOKWARI – Pengurus Provinsi Indonesia Beladiri Campuran Amatir Mixed Martial Arts (IBCA MMA) Papua Barat menyatakan dukungan penuh kepada Yosias Saroy sebagai bakal calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat.
Ketua Pengprov IBCA MMA Papua Barat, Wendy Kristiandi Ratag, mengatakan keputusan tersebut tidak diambil secara instan. Dukungan kepada Yosias Saroy merupakan hasil musyawarah internal yang melibatkan seluruh jajaran pengurus selama kurang lebih tiga hingga empat hari.
Menurut Wendy, proses tersebut diawali dengan dengar pendapat untuk menyerap pandangan seluruh pengurus mengenai figur yang dinilai layak memimpin KONI Papua Barat. Setelah itu, pengurus menggelar rapat untuk menentukan sikap organisasi.
“Kami memulai dengan tahapan dengar pendapat dengan seluruh pengurus kami, lalu akhirnya kami membuat rapat keputusan. Kami melakukan mekanisme itu sekitar tiga sampai empat hari,” kata Wendy.
Ia menjelaskan, terdapat dua figur yang menjadi pertimbangan dalam proses internal tersebut. Pengurus kemudian melakukan penilaian dan profiling terhadap masing-masing bakal calon sebelum menentukan pilihan.
Dari proses itu, kata Wendy, seluruh pengurus akhirnya memiliki pandangan yang sama untuk memberikan dukungan kepada Yosias Saroy.
“Di dalam memutuskan itu, kami memang sudah melalui proses musyawarah. Masing-masing pengurus sudah melakukan profiling, dan hasilnya hampir seluruhnya, bahkan 100 persen, memilih untuk memberikan dukungan kepada Bapak Yosias Saroy,” ujarnya.
“Atas dasar itu, aspirasi seluruh pengurus tersebut kami akomodir melalui IBCA MMA Papua Barat,” sambung Wendy.
Wendy mengungkapkan, salah satu pertimbangan penting IBCA MMA Papua Barat menjatuhkan pilihan kepada Yosias Saroy adalah rekam jejaknya dalam pembinaan olahraga, terutama perhatian terhadap prestasi dan kesejahteraan atlet.
Penilaian tersebut, menurut dia, juga diperkuat oleh pengalaman sejumlah atlet yang kini bergabung bersama IBCA MMA Papua Barat. Beberapa di antaranya pernah merasakan pembinaan ketika Yosias Saroy berkecimpung dalam pembinaan olahraga tinju.
Pengalaman para atlet tersebut kemudian menjadi salah satu referensi bagi pengurus IBCA MMA Papua Barat dalam menilai rekam jejak bakal calon Ketua KONI Papua Barat.
“Kami melihat rangkuman pendapat dari teman-teman yang dulunya merupakan atlet binaan Bapak Yosias Saroy dan saat ini bergabung sebagai atlet MMA Papua Barat. Mereka menyaksikan sendiri bagaimana pembinaan yang dilakukan oleh beliau,” katanya.
Menurut Wendy, kesaksian para atlet menunjukkan bahwa pembinaan yang dilakukan Yosias Saroy tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian prestasi, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kesejahteraan serta penghargaan kepada atlet.
“Selama berada di bawah kepengurusan beliau, para atlet tidak hanya berprestasi, tetapi juga merasa sangat disejahterakan serta mendapatkan penghargaan yang luar biasa,” ungkap Wendy.
IBCA MMA Papua Barat menilai perhatian terhadap kesejahteraan atlet menjadi aspek penting dalam membangun prestasi olahraga secara berkelanjutan. Sebab, atlet membutuhkan dukungan pembinaan, fasilitas, serta penghargaan yang memadai untuk dapat berkonsentrasi meningkatkan kemampuan dan meraih prestasi.
Dengan rekam jejak tersebut, Wendy berharap apabila nantinya Yosias Saroy dipercaya memimpin KONI Papua Barat, pembinaan seluruh cabang olahraga dapat semakin diperkuat, terutama dalam penyediaan fasilitas dan pemenuhan kebutuhan atlet.
“Kami berharap ke depannya, di bawah kepemimpinan Bapak Yosias Saroy, para atlet dapat menunjukkan prestasi yang luar biasa karena dibekali dengan seluruh fasilitas yang ada,” ujarnya.
IBCA MMA Papua Barat juga kata Wendy berharap kepemimpinan KONI ke depan mampu membangun sistem pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada kompetisi jangka pendek, tetapi mampu mempersiapkan atlet Papua Barat secara berjenjang untuk menghadapi berbagai kejuaraan.
Target tersebut mulai dari kompetisi tingkat daerah, nasional seperti Pekan Olahraga Nasional (PON), hingga membuka peluang bagi atlet Papua Barat menembus kompetisi internasional.
“Kami berharap beliau dapat memajukan olahraga di Provinsi Papua Barat, membawa kita mengukir prestasi luar biasa di kancah nasional melalui PON, hingga nantinya bisa menuju tingkat Olimpiade,” tambah Wendy. (ALW/ON).
