
Orideknews.com, MANOKWARI, — Persiapan pelaksanaan Musyawarah Provinsi (Musprov) Indonesia Beladiri Campuran Amatir (IBCA) MMA Provinsi Papua Barat telah mencapai 90 persen. Musprov dijadwalkan berlangsung pada Senin, 24 Agustus 2026 mendatang, sekaligus menjadi momen untuk membenahi kepengurusan organisasi yang sempat mengalami kevakuman.
Ketua Panitia Pelaksana Musprov IBCA MMA Papua Barat, Ayub Msiren, mengatakan hal tersebut usai rapat pengurus di Cafe Yen Beba, Manokwari, Sabtu, (22/6/26).
“Persiapan sudah 90 persen. Tinggal gladi bersih dan menunggu kedatangan pengurus pusat,” ujar Ayub.
Menurutnya, Ketua Umum, Sekretaris, dan Bendahara Pengurus Pusat IBCA MMA dijadwalkan hadir langsung dalam pelaksanaan Musprov. Kehadiran pengurus pusat tersebut sekaligus untuk memastikan seluruh tahapan organisasi berjalan sesuai ketentuan.
Ayub mengatakan Musprov, pelantikan pengurus, serta rapat kerja pertama menjadi agenda penting dan mendesak. Selain untuk menata kembali organisasi, agenda tersebut diperlukan guna memenuhi persyaratan administrasi dalam keikutsertaan pada pemilihan kepengurusan KONI mendatang.
Ia mengkhawatirkan adanya cabang olahraga yang sebenarnya memiliki dukungan terhadap calon tertentu, namun tidak dapat menggunakan hak suaranya karena terkendala persyaratan administrasi organisasi.
“Jangan sampai ada cabang olahraga yang sudah memiliki dukungan, tetapi kemudian hak suaranya gugur hanya karena persoalan administrasi, seperti belum melaksanakan Musprov,” jelasnya.
Karena itu, pelaksanaan Musprov IBCA MMA Papua Barat dipandang sebagai langkah strategis untuk memastikan organisasi memenuhi seluruh persyaratan yang dibutuhkan.
Selain kepentingan administrasi, pembenahan juga dilakukan karena kepengurusan IBCA MMA Papua Barat sebelumnya sempat mengalami kevakuman. Kondisi tersebut berdampak pada aktivitas organisasi, termasuk kesempatan mengirimkan atlet-atlet terbaik Papua Barat untuk mengikuti berbagai kejuaraan di tingkat daerah maupun nasional.
Musprov digelar setelah ketua sebelumnya mengundurkan diri secara resmi karena mendapat tanggung jawab jabatan baru di Provinsi Papua Barat Raya. Pengunduran diri tersebut dilakukan ketika masa jabatan yang bersangkutan sebenarnya masih tersisa sekitar dua bulan.
Untuk menjaga roda organisasi selama masa transisi, kepemimpinan sementara kemudian dijalankan oleh Karateker yang telah mendapat persetujuan dari pengurus pusat.
Ayub menyebut Sekretaris Jenderal pengurus pusat juga akan hadir untuk mengawal seluruh rangkaian kegiatan hingga proses pelantikan pengurus baru selesai.
Sementara itu, panitia telah memperoleh figur calon tunggal ketua umum, Wendy Adrian Kristiandi Ratag yang dinilai memiliki komitmen dan semangat untuk memajukan IBCA MMA di Papua Barat.
Ayub menyatakan, kepemimpinan baru harus didukung oleh struktur kepengurusan yang solid. Karena itu, seluruh pengurus nantinya diwajibkan menandatangani pakta integritas dan menyatakan kesediaan untuk mengundurkan diri dari cabang olahraga lain yang mungkin sebelumnya mereka ikuti.
Langkah tersebut, kata dia, diperlukan agar pengurus dapat fokus menjalankan tugas dan tanggung jawab di IBCA MMA Papua Barat.
Ayub memastikan seluruh tahapan organisasi, mulai dari rapat hingga persiapan Musprov, telah dilakukan dengan mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Menurutnya, tertib administrasi dan kepatuhan terhadap aturan organisasi menjadi bagian penting untuk menjaga soliditas IBCA MMA Papua Barat sekaligus mencegah adanya kepentingan pribadi atau kelompok yang dapat mengganggu jalannya organisasi. (ALW/ON).
