BerandaLingkunganPantai Sibuni Diproyeksikan Jadi Role Model Konservasi Penyu di Papua Barat

Pantai Sibuni Diproyeksikan Jadi Role Model Konservasi Penyu di Papua Barat

- Advertisement -spot_img

Orideknews.com, MANOKWARI, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Papua Barat, Prof. Dr. Origenes Ijie, S.E., M.M., mendorong perubahan paradigma masyarakat dalam memanfaatkan penyu, dari eksploitasi menuju konservasi yang memberikan manfaat ekonomi melalui pengembangan ekowisata.

Hal itu disampaikan Prof. Origenes saat menghadiri kegiatan pelepasliaran tukik di Pantai Wisata Sibuni, Kampung Sibuni, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari, Rabu (19/8/2026).

Menurutnya, upaya perlindungan penyu membutuhkan keterlibatan pemerintah, masyarakat adat, pelaku usaha wisata, generasi muda, serta seluruh pemangku kepentingan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan populasi penyu yang semakin terancam akibat eksploitasi dan kerusakan habitat.

Prof. Origenes mengungkapkan, kondisi populasi penyu saat ini jauh berbeda dibandingkan sekitar 30 tahun lalu. Ia mengenang ketika berada di Kecamatan Misool, penyu masih mudah ditemukan naik ke pantai untuk bertelur dalam jumlah besar.

Namun, kondisi tersebut perlahan berubah akibat praktik eksploitasi yang berlangsung pada masa lalu, termasuk perdagangan telur penyu secara bebas.

“Masih ada nelayan yang beralasan menangkap penyu untuk konsumsi. Ini adalah pernyataan yang tidak bertanggung jawab karena penyu semakin lama semakin langka,” tegasnya.

Ia mengatakan, masyarakat perlu mengubah cara pandang terhadap penyu. Satwa tersebut tidak lagi semata-mata dipandang sebagai sumber konsumsi, tetapi sebagai bagian penting dari ekosistem laut sekaligus potensi pengembangan ekowisata.

Prof. Origenes menyebut Pantai Wisata Sibuni dipersiapkan menjadi salah satu pusat konservasi penyu di Kabupaten Manokwari yang terintegrasi dengan sektor pariwisata dan edukasi.

Pengembangan tersebut, kata dia, sejalan dengan kebijakan ekonomi biru Pemerintah Provinsi Papua Barat serta rencana aksi konservasi penyu yang mengedepankan tiga prinsip utama, yakni perlindungan, pelestarian dan pemanfaatan secara berkelanjutan.

“Pantai Wisata Sibuni dipersiapkan sebagai pusat konservasi penyu di Kabupaten Manokwari yang terintegrasi dengan wisata dan edukasi,” ujarnya.

Menurutnya, upaya konservasi juga memiliki arti penting dalam mendukung keberlanjutan kawasan yang berkaitan dengan UNESCO Global Geopark. Karena itu, pengelolaan kawasan harus dilakukan secara terpadu, berbasis data, serta melibatkan masyarakat sebagai bagian utama dari upaya perlindungan habitat.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah anak sekolah dasar (SD) turut dilibatkan secara langsung dalam pelepasliaran tukik ke laut. Keterlibatan generasi muda dinilai penting untuk menanamkan kesadaran dan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sejak dini.

Prof. Origenes berharap anak-anak yang terlibat dalam kegiatan tersebut dapat menjadi generasi yang memahami pentingnya menjaga penyu dan habitatnya, sekaligus menyebarluaskan pesan konservasi kepada masyarakat luas.

Pemerintah Provinsi Papua Barat, lanjutnya, juga akan terus memberikan dukungan kepada pemilik hak ulayat dan masyarakat adat di sekitar Kampung Sibuni agar berperan aktif dalam menjaga habitat penyu.

Selain perlindungan habitat, penguatan sistem pemantauan dan penegakan hukum juga dinilai penting untuk menekan aktivitas ilegal yang dapat mengancam keberlangsungan populasi penyu.

Prof. Origenes berharap aksi konservasi di Sibuni dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Papua Barat maupun Indonesia. Ia juga mengajak media massa dan media sosial untuk memperluas informasi mengenai gerakan konservasi tersebut.

“Kita ingin menjadikan Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Manokwari sebagai role model bagi Indonesia dalam bentuk perlindungan habitat penyu laut yang dimulai dari aksi nyata, bukan sekadar kata-kata,” pungkasnya. (ALW/ON).

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini