Orideknews.com, MANOKWARI – Pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 di Papua Barat memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal, khususnya di Kabupaten Manokwari.
Ketua Panitia Pesparawi Nasional XIV, Jacob Fonataba, mengatakan berdasarkan hasil survei panitia, kegiatan yang diikuti ribuan peserta dari berbagai provinsi tersebut memicu peningkatan transaksi ekonomi di berbagai sektor usaha masyarakat.
“Pelaksanaan Pesparawi memberikan pengaruh positif terhadap transaksi keuangan yang berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat secara signifikan,” kata Jacob dalam laporan petupan pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV.
Menurutnya, dampak ekonomi dirasakan mulai dari pelaku usaha kreatif yang memproduksi seragam dan atribut peserta, termasuk pemanfaatan batik Papua dan berbagai produk kerajinan lokal yang banyak diminati peserta dari luar daerah.
Selain itu, pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta pengrajin lokal turut menikmati peningkatan penjualan selama pelaksanaan kegiatan.
Tidak hanya sektor perdagangan, sektor pariwisata juga mengalami peningkatan aktivitas. Sejumlah peserta memanfaatkan waktu di sela perlombaan untuk mengunjungi berbagai destinasi wisata dan pusat ekonomi kreatif yang tersebar di Manokwari.
Salah satu lokasi yang ramai dikunjungi peserta adalah Pulau Mansinam yang merupakan destinasi wisata rohani penting bagi umat Kristen di Tanah Papua. Aktivitas kunjungan tersebut turut meningkatkan pendapatan masyarakat pemilik perahu yang melayani transportasi penyeberangan menuju pulau tersebut.
Peningkatan pendapatan juga dirasakan pengusaha transportasi, pengemudi kendaraan sewa, penyedia jasa katering, pedagang makanan dan minuman, kafe, pusat perbelanjaan, jasa servis kendaraan hingga petugas parkir.
“Pesparawi bukan hanya menjadi pesta seni dan iman, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat Papua Barat,” ujarnya, Minggu, (28/6/26).
Panitia mencatat kegiatan tersebut didukung anggaran sebesar Rp65,3 miliar yang bersumber dari APBN dan APBD Provinsi Papua Barat.
Dana APBN melalui DIPA Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua Barat sebesar Rp29,3 miliar, sedangkan dukungan APBD Provinsi Papua Barat diberikan melalui hibah dalam tiga tahap, yakni Rp5 miliar pada 2024, Rp10 miliar pada 2025, dan Rp26 miliar pada tahun pelaksanaan 2026. (ALW/ON).