Orideknews.com, Fakfak, – Ketua Komite III DPD RI, Dr. Filep Wamafma, menegaskan pentingnya menjadikan lingkungan kampus sebagai ruang edukasi yang aman, sehat, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Hal itu disampaikannya saat melakukan agenda reses di Kampus STIKIP Nuuwar, Kabupaten Fakfak.
Dalam kesempatan tersebut, Filep menyoroti persoalan kekerasan yang masih menjadi ancaman di lingkungan pendidikan, baik kekerasan fisik, psikis, maupun seksual. Menurutnya, persoalan tersebut bukan hanya berdampak pada individu korban, tetapi juga memiliki konsekuensi hukum serta dampak luas bagi masyarakat dan negara.
“Ini menjadi perhatian serius karena bertentangan dengan hukum dan memiliki konsekuensi yang besar. Kampus harus menjadi tempat yang aman bagi seluruh mahasiswa untuk belajar dan berkembang,” ujarnya.
Filep juga memaparkan data kasus kekerasan yang menunjukkan perlunya penguatan pengawasan dan pencegahan di lingkungan pendidikan. Ia menegaskan bahwa seluruh unsur kampus harus berperan aktif dalam menciptakan suasana akademik yang sehat dan kondusif.
Ia mengajak seluruh civitas akademika untuk bersama-sama menjadikan kampus sebagai tempat edukasi, ruang berbagi gagasan, dan wadah pertukaran informasi yang positif, bukan menjadi ruang terjadinya tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai pendidikan.
“Mari kita buka ruang seluas-luasnya untuk edukasi. Kampus adalah tempat belajar, tempat membangun wawasan, dan tempat menumbuhkan kesadaran bersama untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi,” katanya.
Menurut Filep, upaya pencegahan harus diperkuat melalui kolaborasi seluruh pihak, termasuk mahasiswa, dosen, dan pihak kampus, guna memastikan terciptanya budaya akademik yang dewasa, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Ia berharap melalui komitmen bersama, kampus dapat terus menjadi benteng pendidikan yang melahirkan generasi intelektual yang berintegritas dan mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat.
“Kedewasaan kita dalam menjaga lingkungan kampus adalah kunci untuk menciptakan ruang pendidikan yang bermartabat dan bebas dari kekerasan,” tutupnya. (ALW/ON).



