Orideknews.com, Manokwari – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Barat, Merry, mengungkapkan aktivitas transportasi udara di Papua Barat dan Papua Barat Daya pada Februari 2026 mengalami penurunan, baik dari sisi jumlah penerbangan, penumpang, maupun angkutan barang.
Hal tersebut disampaikan dalam rilis resmi di kantornya, Rabu (1/4/2026).
“Data ini dihimpun dari sembilan bandara di Papua Barat dan delapan bandara di Papua Barat Daya, yang bersumber dari otoritas bandara wilayah dan telah diolah oleh BPS,” ujar Merry.
Di Papua Barat, jumlah penerbangan tercatat sebanyak 1.029 pesawat, turun 6,71 persen secara bulanan. Penurunan tertinggi terjadi di Bandara Rendani, Kabupaten Manokwari, sebesar 23,37 persen.
Sementara itu, di Papua Barat Daya, jumlah penerbangan mencapai 1.972 pesawat, juga turun 8,3 persen secara bulanan.
Penurunan tertinggi terjadi di Bandara Waisai, Kabupaten Raja Ampat, sebesar 11,71 persen.
Jumlah penumpang di Papua Barat tercatat sebanyak 37.087 orang, mengalami penurunan 30,24 persen secara bulanan dan 3,53 persen secara tahunan.
Penurunan terbesar terjadi di Bandara Rendani, Manokwari, yakni 37,71 persen.
Sedangkan di Papua Barat Daya, jumlah penumpang tercatat 9.242 orang, turun 11,05 persen secara bulanandan 11,15 persen secara tahunan.
Untuk angkutan barang udara yang meliputi bagasi, kargo, dan pos, Papua Barat mencatat volume sebesar 578,78 ton. Angka ini turun 22,29 persen secara bulanan, namun masih mengalami kenaikan 3,57 persen secara tahunan.
Penurunan terbesar terjadi di Bandara Rendani, Manokwari, sebesar 26,6 persen.
Sementara di Papua Barat Daya, angkutan barang tercatat 1.534,7 ton, turun 12,36 persen secara bulanan dan 2,89 persen secara tahunan. Penurunan tertinggi terjadi di Bandara Marinda, Kabupaten Raja Ampat, sebesar 61,39 persen. (ALW/ON).




