Top 5 This Week

Related Posts

Sistem Pengawasan Kantor Gubernur Papua Barat Disorot Parjal Usai Hilangnya Bagian Ikon Patung Kasuari

Orideknews.com, Manokwari, – Hilangnya bagian dari replika lambang kasuari di halaman Kantor Gubernur Papua Barat di Arfai menuai sorotan dari organisasi masyarakat Parlemen Jalanan (Parjal) Papua Barat.

Peristiwa ini dinilai mencerminkan lemahnya sistem pengawasan di lingkungan perkantoran pemerintah daerah Provinsi Papua Barat.

Panglima Parlemen Jalanan (Parjal) Papua Barat, Ronald Mambieuw, merespons dugaan pencurian bagian dari ikon daerah tersebut. Ia menilai kejadian ini tidak seharusnya terjadi jika pengamanan berjalan maksimal.

Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi indikator bahwa fungsi pengawasan, khususnya oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), belum berjalan optimal. Padahal, Satpol PP memiliki peran penting sebagai aparat pemerintah daerah yang bertugas menjaga ketertiban sekaligus mengamankan aset-aset milik pemerintah.

Panglima Parjal, Ronald Mambieuw

Ia juga menyoroti peran petugas penjagaan di pintu gerbang perkantoran gubernur yang dinilai perlu dievaluasi. Keberadaan petugas tidak hanya sebatas mengatur keluar-masuk kendaraan, tetapi juga harus mampu melakukan kontrol dan pengawasan di area sekitar.

“Perlu dipertanyakan, apakah tugas mereka hanya membuka dan menutup gerbang serta menghitung kendaraan, atau juga melakukan patroli dan pengawasan di seluruh area perkantoran,” ujarnya.

Selain itu, Biro Umum juga didorong untuk memperkuat fungsi inventarisasi serta pemeliharaan aset. Fasilitas pendukung seperti CCTV dan penerangan dinilai harus difungsikan secara maksimal guna mencegah kejadian serupa terulang.

Ia menilai hilangnya objek berukuran besar tersebut tergolong janggal, karena proses pemindahannya membutuhkan waktu, tenaga, dan sarana yang tidak sedikit.

“Ini bukan barang kecil yang bisa dibawa diam-diam. Untuk memindahkan saja butuh waktu cukup lama. Sangat aneh jika tidak ada yang mengetahui,” katanya.

Atas kejadian tersebut, Gubernur Papua Barat diminta segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan, termasuk optimalisasi CCTV dan penerangan di kawasan perkantoran gubernur.

Di sisi lain, aparat kepolisian juga didorong untuk segera melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab pasti hilangnya bagian dari ikon tersebut.

“Perlu ditelusuri apakah ini melibatkan sindikat atau oknum tertentu. Semua kemungkinan harus dibuka agar kasus ini terang dan tidak terulang kembali,” tegasnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Biro Umum Setda Provinsi Papua Barat yang dihubungi belum memberikan respon, sama halnya Kasat Pol PP Papua Barat belum merespon media ini. (ALW/ON).

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles