Dandim yang ditemui diruang kerjanya belum lama ini, mengaku, dia merasa terpanggil dan cinta akan masuknya Injil di Manokwari, sehingga ia melantunkan lagu tersebut.
“Dengan lagu itu, saya menghimbau kepada Masyarakat, supaya mari kita cintai. Karena sudah blooming atau orang sudah mengetahui Manokwari ini kota Injil, makanya di akhir kata-kata lagu itu, saya mengutip kata-kata Gubernur Papua Barat, Papua adalah rumah kita,” ungkap Dandim.
Lanjut kata dia, Jika benar-benar masyarakat Papua sadar, maka tidak mungkin merusak rumahnya, “Tidak mungkin yah, ada orang yang betul-betul sadar, tidak mungkin dia merusak rumahnya, jik merusak rumahnya, berarti bisa dijabarkanlah orang tidak sadar,” contoh Dandim.
Dikatakan Dandim, cukup peristiwa 19 Agustus 2019 lalu menjadi contoh dan pelajaran bagi warga di Tanah Papua, secara khusus di Manokwari untuk menjaga Tanah Papua dengan tidak merusaknya. (ALW/ON)