Home Manokwari Bantu Sidang Jemaat GKI Efata Manggoapi, Senator Filep Ingatkan Gereja Soal Pendidikan...

Bantu Sidang Jemaat GKI Efata Manggoapi, Senator Filep Ingatkan Gereja Soal Pendidikan Anak Papua

Orideknews.com, MANOKWARI, – Senator Papua Barat yang juga Ketua Komite III DPD RI, Dr. Filep Wamafma, S.H., M.Hum., memberikan dukungan berupa baju kaos kepada panitia Sidang Jemaat XXXIII Gereja Kristen Injili (GKI) Efata Manggoapi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Rabu, (28/10/26).

Dukungan tersebut diserahkan secara simbolis di halaman Gereja GKI Efata Manggoapi sebagai bentuk perhatian dan partisipasi Filep Wamafma terhadap kegiatan pelayanan gereja serta kehidupan persekutuan jemaat.

Dalam kesempatan itu, Filep mengatakan dukungan yang diberikan tidak semata-mata dilihat dari jumlah maupun bentuk fisik barang yang diserahkan. Menurutnya, hal terpenting adalah manfaat dari bantuan tersebut serta bagaimana dukungan itu dapat digunakan untuk menunjang kegiatan yang dilaksanakan oleh jemaat.

Ia berharap baju kaos yang diberikan dapat digunakan sebagaimana mestinya dan menjadi bagian dari dukungan terhadap kelancaran pelaksanaan Sidang Jemaat XXXIII GKI Efata Manggoapi.

“Jangan melihat dari jumlah atau bentuk fisik dari apa yang diberikan. Yang terpenting adalah manfaatnya. Semoga bantuan ini dapat digunakan dengan baik untuk mendukung kegiatan jemaat,” demikian pesan Filep dalam kesempatan tersebut.

Selain menyerahkan bantuan, Filep juga menyampaikan sejumlah pesan penting mengenai tanggung jawab gereja, keluarga, dan masyarakat dalam memperhatikan masa depan pendidikan anak-anak Papua, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu, termasuk anak yatim piatu.

Menurutnya, persoalan pendidikan masih menjadi tantangan bagi sebagian anak Papua. Keterbatasan ekonomi membuat sejumlah anak kesulitan melanjutkan pendidikan, bahkan ada yang terpaksa meninggalkan bangku sekolah karena tidak mampu memenuhi kebutuhan biaya pendidikan.

Kondisi tersebut, kata dia, membutuhkan perhatian bersama agar anak-anak Papua tetap memperoleh kesempatan untuk belajar dan meraih masa depan yang lebih baik.

Filep menilai pendidikan merupakan salah satu fondasi penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Papua. Karena itu, keterbatasan ekonomi keluarga semestinya tidak menjadi alasan yang membuat anak-anak kehilangan kesempatan untuk mengenyam pendidikan.

Ia juga menyoroti mahasiswa dan mahasiswi Orang Asli Papua (OAP) yang masih membutuhkan dukungan biaya agar dapat menyelesaikan pendidikan tinggi. Menurutnya, perhatian terhadap kelompok tersebut perlu menjadi bagian dari kepedulian sosial jemaat melalui pelayanan diakonia gereja.

Ia menitipkan pesan kepada warga Jemaat GKI Efata Manggoapi agar pelayanan diakonia tidak hanya berfokus pada bantuan bagi warga yang mengalami kesulitan ekonomi, tetapi juga dapat diarahkan untuk membantu anak-anak dan mahasiswa OAP yang membutuhkan biaya pendidikan.

“Gereja diharapkan dapat mengambil bagian dalam membantu generasi muda Papua mempertahankan keberlangsungan pendidikan mereka,” katanya.

Filep berpandangan bahwa kepedulian terhadap pendidikan merupakan bentuk investasi jangka panjang bagi masa depan masyarakat Papua. Anak-anak yang mendapatkan kesempatan belajar dengan baik diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang mandiri, berkarakter, serta mampu berkontribusi bagi keluarga dan pembangunan daerah.

Pada kesempatan yang sama, Filep mengingatkan pentingnya peran gereja dalam membangun karakter dan menjaga kehidupan anak-anak Papua dari pengaruh lingkungan yang berpotensi merusak masa depan mereka.

Ia menyoroti berbagai persoalan yang dihadapi sebagian generasi muda, termasuk penyalahgunaan narkoba, konsumsi minuman keras, serta penyalahgunaan lem aibon yang dapat berdampak buruk terhadap kesehatan, perilaku, dan keberlangsungan pendidikan.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak dapat dipandang sebagai masalah individu semata, melainkan menjadi tanggung jawab bersama yang membutuhkan perhatian serius dari keluarga, gereja, masyarakat, dan pemerintah.

Filep menilai pendidikan di lingkungan gereja memiliki peran mendasar dalam membentuk karakter anak sejak dini. Melalui pengajaran nilai-nilai keagamaan, pembinaan rohani, serta pendampingan yang berkelanjutan, anak-anak diharapkan memiliki pegangan moral dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif di lingkungan pergaulan.

Rektor Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua (IHTP) ini menegaskan, keluarga tetap menjadi lingkungan pendidikan pertama bagi anak, sedangkan gereja dapat memperkuat pembentukan karakter melalui pelayanan pendidikan iman dan pembinaan generasi muda.

Karena itu, ia mengajak warga jemaat untuk bersama-sama menjadikan gereja sebagai salah satu benteng perlindungan bagi anak-anak Papua.

“Upaya tersebut perlu dilakukan secara konsisten, bukan hanya melalui kegiatan ibadah, tetapi juga melalui perhatian terhadap kehidupan sehari-hari, pergaulan, pendidikan, dan kebutuhan mereka,” tuturnya.

Lebih lanjut menurut Filep, anak-anak membutuhkan pendampingan yang nyata agar tidak kehilangan arah dalam menentukan masa depan. Perhatian orang tua, nasihat dari tokoh gereja, dukungan masyarakat, serta keterlibatan pemerintah menjadi unsur penting untuk membantu mereka menghadapi berbagai tantangan.

Ia juga mengingatkan, persoalan anak-anak dan generasi muda tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Diperlukan kerja sama yang kuat antara keluarga, rekan sebaya, sahabat, masyarakat, pihak gereja, pemerintah, dan seluruh unsur yang memiliki kepedulian terhadap masa depan generasi Papua.

“Kolaborasi ini penting agar upaya pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba, minuman keras, dan lem aibon dapat berjalan seiring dengan penguatan pendidikan, pembinaan karakter, serta pemberian kesempatan bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi mereka,” katanya lagi.

Ia mengajak seluruh warga jemaat untuk terus mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing, sehingga anak-anak Papua, terutama mereka yang berada dalam kondisi rentan, tetap mendapatkan perhatian, pendampingan, dan kesempatan untuk membangun masa depan yang lebih baik. (ALW/ON).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here