BerandaPapua BaratPenerimaan Pajak KPP Pratama Manokwari Capai Rp473,42 Miliar hingga September 2026

Penerimaan Pajak KPP Pratama Manokwari Capai Rp473,42 Miliar hingga September 2026

- Advertisement -spot_img

Orideknews.com, MANOKWARI, – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Manokwari, Papua Barat, mencatat realisasi penerimaan pajak sebesar Rp473,423 miliar hingga triwulan III atau periode Januari-September 2026. Capaian tersebut setara 57,10 persen dari target penerimaan tahun 2026 sebesar Rp829,040 miliar.

Kepala KPP Pratama Manokwari, Vika Aryanto, di Manokwari, Rabu, mengatakan penerimaan pajak selama sembilan bulan pertama 2026 tumbuh 31 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

“Kami berupaya mengoptimalkan sisa target tahun 2026 pada triwulan IV ini,” ujarnya.

Vika menjelaskan, terdapat lima sektor yang memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan pajak di wilayah kerja KPP Pratama Manokwari.

Sektor administrasi pemerintahan dan jaminan sosial wajib menjadi penyumbang terbesar dengan realisasi Rp339,139 miliar atau 71,64 persen dari total penerimaan pajak hingga triwulan III 2026.

Selanjutnya, sektor perdagangan menyumbang Rp57,550 miliar atau 12,16 persen, industri sebesar Rp43,953 miliar atau 9,28 persen, sektor pejabat negara, karyawan dan pensiunan sebesar Rp10,343 miliar atau 2,18 persen, serta sektor akomodasi sebesar Rp8,741 miliar atau sekitar 1,85 persen.

“Belanja pemerintah masih berperan penting dalam penerimaan pajak di wilayah kerja KPP Manokwari,” katanya.

Berdasarkan jenis pajak, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi kontributor terbesar dengan realisasi Rp162,701 miliar atau 34,37 persen dari total penerimaan hingga September 2026.

Penerimaan berikutnya berasal dari pajak tidak langsung sebesar Rp99,857 miliar atau 21,09 persen, Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 sebesar Rp83,958 miliar atau 17,73 persen, PPh final sebesar Rp37,997 miliar atau 8,03 persen, serta PPh Pasal 25/29 sebesar Rp23,842 miliar atau 5,04 persen.

“Lima jenis pajak ini memberikan kontribusi sekitar 86,26 persen dari total penerimaan sampai dengan September 2026,” ujarnya.

Vika juga menjelaskan, pengalihan lokasi terdaftar administrasi perpajakan PT Semen Conch ke KPP Penanaman Modal Asing Jakarta sejak 1 Juli 2026 turut memengaruhi pencapaian target penerimaan pajak tahun ini.

Perubahan tersebut berdampak pada struktur sumber penerimaan pajak di wilayah kerja KPP Pratama Manokwari. Ke depan, penerimaan diperkirakan semakin didominasi sektor administrasi pemerintahan dan belanja pemerintah dengan kontribusi sekitar 80 persen dari total penerimaan.

Menurut dia, penerimaan pajak dari PT Semen Conch sebelumnya menjadi salah satu sumber yang mampu mengimbangi kontribusi besar belanja pemerintah.

“Penerimaan dari PT Conch yang bisa mengimbangi belanja pemerintah. Kontribusi pabrik semen paling besar itu pada jenis PPN dalam negeri dan PPh 21,” katanya. (ALW/ON).

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini