Orideknews.com, MANOKWARI, – Dr. Filep Wamafma, S.H., M.Hum., terpilih sebagai Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah XIV Papua Barat melalui Musyawarah Luar Biasa (Muslub) yang berlangsung di aula Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua (IHTP).
Setelah terpilih, Filep menegaskan komitmennya untuk meningkatkan mutu perguruan tinggi swasta (PTS), memperjuangkan kesejahteraan dosen, serta memperkuat kemitraan dengan pemerintah daerah selama masa kepemimpinannya lima tahun ke depan.
Ia mengatakan, seluruh potensi dan jejaring yang dimilikinya akan dimanfaatkan untuk memperjuangkan kepentingan perguruan tinggi swasta di Papua Barat.
“Kita harus kerja totalitas. Sebagai ketua APTISI terpilih, saya akan menggunakan semua potensi saya yang ada untuk bersama-sama dengan pimpinan perguruan tinggi dan semua dosen mengejar mutu, kesejahteraan dosen, pengabdian kepada masyarakat, dan kemajuan perguruan tinggi,” ujar Filep.
Menurutnya, APTISI memiliki peran strategis dalam menjembatani aspirasi perguruan tinggi swasta dengan pemerintah, terutama bagi kampus yang berada di kabupaten dan memiliki keterbatasan akses untuk berkomunikasi langsung dengan kepala daerah.
Karena itu, ia ingin membangun hubungan yang lebih intensif antara PTS dan pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, agar perguruan tinggi swasta menjadi mitra strategis dalam pembangunan daerah.
Filep menilai, keterlibatan perguruan tinggi dalam pembangunan sangat penting karena kampus tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga berperan dalam pengembangan sumber daya manusia dan pengabdian kepada masyarakat.
Ia juga menyampaikan rencana menggelar rapat kerja APTISI untuk menyusun program organisasi yang akan menjadi pedoman pelaksanaan kegiatan selama masa kepemimpinannya.
Sebagai langkah awal, Filep telah berkoordinasi dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat, kepala dinas pendidikan, serta Bappeda provinsi untuk membahas kebutuhan perguruan tinggi swasta.
Pertemuan bersama perwakilan 11 PTS di Papua Barat juga direncanakan menjadi ruang komunikasi untuk menyelaraskan kebutuhan kampus dengan kebijakan pembangunan pendidikan daerah.
Filep berharap, kepemimpinannya di APTISI tidak hanya menghasilkan program di atas kertas, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi perguruan tinggi, dosen, dan mahasiswa.
“Saya berkomitmen selama lima tahun ini untuk memaksimalkan potensi yang saya punya, memperjuangkan kepentingan PTS, dan menggerakkan berbagai pihak agar ada hasil nyata yang dirasakan perguruan tinggi swasta di Papua Barat,” katanya. (ALW/ON).




