LAMPUNG TENGAH — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memperkuat pengembangan komoditas kopi dan kakao di Lampung melalui penyediaan 2,6 juta batang bibit untuk mendukung areal sekitar 18.000 hektare.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas kawasan perkebunan sekaligus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Hal itu disampaikan Amran saat meninjau lokasi pembibitan kopi dan kakao di Desa Bangun Rejo, Kabupaten Lampung Tengah, Rabu (26/8/2026).
Amran mengatakan, dari target pengembangan perkebunan seluas 30.000 hektare di Lampung, sekitar 18.000 hektare diarahkan untuk komoditas kopi dan kakao. Sementara sisanya diperuntukkan bagi pengembangan tebu.
Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp350 miliar untuk mendukung program perkebunan tersebut.
“Target bantuan perkebunan itu 30.000 hektare. 18.000 hektare untuk kopi dan kakao. Nilainya kurang lebih Rp350 miliar untuk Lampung. Insya Allah ini sangat bermanfaat untuk petani,” kata Amran.
Ia menegaskan bantuan diberikan secara gratis kepada petani, mulai dari bibit, pengolahan lahan hingga biaya penanaman.
“Sekali lagi, semua gratis. Bibit gratis, biaya penanaman gratis, biaya olah gratis. Gratis untuk petani Indonesia. Itu dari Bapak Presiden Republik Indonesia,” tegasnya.
Siapkan 2,6 Juta Batang Bibit
Direktur CV Hikmah Tani, Agus Setiawan, mengatakan pihaknya dipercaya pemerintah menyediakan total 2,6 juta batang bibit kopi dan kakao untuk mendukung program pengembangan perkebunan tahun 2026.
Bibit tersebut terdiri atas 600.000 batang kopi robusta, 200.000 batang kopi stek berakar, serta 1,8 juta batang kakao sambung pucuk.
“Alhamdulillah untuk tahun 2026 ini CV Hikmah Tani dipercaya untuk melaksanakan pekerjaan kopi robusta sebanyak 600.000 batang, kopi stek berakar sebanyak 200.000 batang serta benih kakao sambung pucuk sebanyak 1.800.000,” kata Agus.
Ia menjelaskan, 600.000 batang kopi robusta akan dialokasikan ke Kabupaten Pesisir Barat dan Tanggamus. Sementara 200.000 batang kopi stek berakar disiapkan untuk Kabupaten Way Kanan.
Adapun 1,8 juta batang kakao sambung pucuk akan disalurkan ke Kabupaten Lampung Barat, Lampung Tengah dan Lampung Selatan.
Pembibitan Serap Tenaga Kerja
Selain mendukung pengembangan perkebunan, kegiatan pembibitan tersebut juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
Agus mengatakan, kegiatan pembibitan secara rutin mempekerjakan sekitar 70 orang setiap hari. Jumlah tenaga kerja meningkat menjadi 150 hingga 200 orang saat proses pengisian polybag berlangsung.
“Dengan adanya pekerjaan ini saya bisa memberdayakan lingkungan masyarakat di sini. Total pekerjaan saya per hari yang rutin itu sebanyak 70 orang, tapi di saat pengisian polybag itu bisa 150-200 orang,” ujarnya.
Ia berharap program peremajaan dan perluasan tanaman perkebunan dapat terus dilanjutkan agar manfaatnya semakin luas dirasakan petani maupun masyarakat sekitar.
Bupati Tulang Bawang, Qudrotul Ikhwan, menyambut positif pengembangan kopi dan kakao di Lampung. Menurutnya, kedua komoditas tersebut memiliki prospek ekonomi yang baik, termasuk untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor.
“Kami melihat pembibitan ini, kopi, juga coklat sangat baik. Harapan kita tanaman keras ini juga dapat ditanam karena ini tentunya untuk kebutuhan ekspor secara nasional,” kata Qudrotul.
Ia menilai pengembangan kopi dan kakao melalui mekanisme calon petani dan calon lokasi (CPCL) dapat menjadi peluang bagi daerah untuk membangun sentra-sentra perkebunan baru.
Dengan dukungan 2,6 juta batang bibit dan pengembangan areal sekitar 18.000 hektare, Kementan berharap sektor perkebunan Lampung semakin kuat dari sisi hulu sekaligus membuka peluang peningkatan produksi, penyerapan tenaga kerja, dan perluasan pasar komoditas perkebunan. (RR/ON)

