BerandaOlahragaMMA Papua Barat Siapkan 12 Atlet dari Cabang Bela Diri Lain Jelang...

MMA Papua Barat Siapkan 12 Atlet dari Cabang Bela Diri Lain Jelang PON

- Advertisement -spot_img

Orideknews.com, MANOKWARI, — Pengurus Provinsi Indonesia Beladiri Campuran Amatir Mixed Martial Arts (IBCA MMA) Papua Barat mulai mempersiapkan atlet menghadapi ajang PON Bela Diri yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.

Ketua Terpilih IBCA MMA Papua Barat periode 2026–2030, Wendy Adrian Kristiandi Ratag, mengatakan waktu persiapan yang tersedia relatif singkat, sehingga pihaknya akan segera melakukan berbagai langkah pembinaan, termasuk penataran dan proses adaptasi atlet.

“Pada dasarnya kami melihat bahwa waktu efektif yang kita punya tinggal satu bulan, karena kita juga membutuhkan proses pembelajaran dan sebagainya,” ujar Wendy.

Menurutnya, pengurus Papua Barat telah berkonsultasi dengan jajaran Sekretaris Jenderal dan pengurus pusat IBCA MMA untuk membahas langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam mempersiapkan organisasi maupun atlet.

“Kami berharap segera dikirimkan persiapan untuk penataran-penataran. Kami juga akan berusaha melakukan langkah-langkah yang diperlukan. Karena MMA di Tanah Papua, khususnya Papua Barat, masih baru, kami akan terus belajar dan mengikuti seluruh petunjuk dari Pak Sekjen maupun pengurus pusat,” katanya.

Wendy mengakui bahwa saat ini Papua Barat belum memiliki atlet yang secara khusus telah berstatus sebagai atlet MMA. Namun, pihaknya telah mengidentifikasi sekitar 12 atlet dari sejumlah cabang olahraga bela diri lain yang bersedia bergabung dalam persiapan MMA Papua Barat.

“Untuk saat ini atlet MMA murni memang belum ada. Tetapi ada sekitar 12 atlet dari cabang olahraga bela diri lain yang sudah bersama-sama dengan kami. Bahkan, sudah ada satu pelatih dari cabang olahraga bela diri lain yang juga bergabung,” jelasnya.

Ke-12 atlet tersebut nantinya akan menjalani proses adaptasi terhadap karakteristik MMA yang menggabungkan berbagai teknik bela diri, termasuk teknik pukulan, tendangan, serta gulat.

Wendy menjelaskan, sebagian atlet yang dipersiapkan selama ini berasal dari cabang bela diri yang lebih banyak mengandalkan teknik tangan. Karena itu, mereka perlu menyesuaikan diri dengan teknik MMA yang mengombinasikan kemampuan striking dan grappling.

“Mereka akan mencoba menyesuaikan dengan bela diri MMA. Karena mereka berasal dari bela diri yang hanya menggunakan tangan, maka harus belajar menggunakan kombinasi tangan dan juga teknik semi-gulat,” ujarnya.

Ia berharap dukungan dari berbagai pihak dapat mempercepat proses pembinaan dan persiapan atlet, sehingga Papua Barat tetap dapat mengirimkan perwakilan terbaiknya pada PON Bela Diri November mendatang.

“Kami berharap banyak dukungan sehingga kami tetap bisa mengirimkan atlet untuk PON Bela Diri nanti,” tutur Wendy. (ALW/ON).

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini