
Orideknews.com, MANOKWARI, — Wendy Adrian Kristiandi Ratag terpilih sebagai Ketua IBCA MMA Papua Barat periode 2026–2030 dalam Musyawarah Olahraga Provinsi (Musprov) IBCA MMA Papua Barat yang digelar di Manokwari.
Ia bersama pengurus dilantik langsung Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Pusat Indonesia Beladiri Campuran Amatir Mixed Martial Arts (PP IBCA MMA), Maraden Lumban Toruan.
Usai terpilih, Wendy menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin organisasi olahraga bela diri tersebut selama empat tahun ke depan.
Wendy mengaku selama ini lebih banyak berkecimpung dalam dunia olahraga dibandingkan organisasi. Ia memiliki pengalaman sebagai mantan pembalap dan pernah aktif mengikuti berbagai kejuaraan balap di Papua Barat.
“Saya sebenarnya lebih banyak mengurus olahraga. Saya bukan orang yang lama mengurus organisasi. Saya mantan pembalap di Papua Barat dan pernah aktif balap selama kurang lebih tiga tahun,” ujarnya.
Dalam perjalanan sebagai pembalap, Wendy mengungkapkan pernah membawa pulang sekitar 24 piala untuk Kabupaten Teluk Bintuni. Pengalaman tersebut kemudian menjadi bagian dari perjalanan panjangnya dalam dunia olahraga.
Selain sebagai mantan pembalap, Wendy juga aktif membina atlet, khususnya dari cabang olahraga tinju. Sejumlah atlet yang dibinanya bahkan telah tampil di tingkat nasional hingga internasional.
Ia menyebut salah satu atlet binaannya, Trinity Nata Gracia Ratag, pernah menjadi juara nasional dan bertanding menghadapi atlet dari Filipina dan Jepang. Sementara atlet lainnya, Boarnerges Briliant Ratag, telah meraih dua gelar juara nasional dan satu gelar juara dunia.
“Puji Tuhan, anak saya juga masuk Guinness World Records sebagai pembalap juara dunia termuda yang pernah terjadi,” katanya.
Menurut Wendy, pengalaman panjangnya di dunia olahraga menjadi salah satu alasan dirinya menerima kepercayaan untuk memimpin IBCA MMA Papua Barat.
Ia menilai olahraga bela diri memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kedisiplinan, keberanian dan mental generasi muda Papua.
Karena itu, setelah terpilih, Wendy menegaskan kepengurusan IBCA MMA Papua Barat tidak akan berhenti pada kegiatan organisasi semata. Ia berkomitmen segera menggerakkan seluruh pengurus untuk melakukan pembinaan dan memperluas jaringan MMA di Papua Barat.
“Kita punya slogan: Gas! Jadi ketika sudah berkumpul, kita harus siap gas di Papua Barat,” tegasnya.
Wendy mengatakan, langkah awal yang akan dilakukan adalah melakukan roadshow ke berbagai perguruan dan komunitas bela diri di Papua Barat. Hal itu dilakukan untuk memperkuat organisasi sekaligus mempersiapkan atlet-atlet potensial di daerah.
Ia optimis IBCA MMA Papua Barat dapat berkembang apabila seluruh pengurus mampu bekerja secara kompak dan mendapat dukungan dari pemerintah serta masyarakat.
“Saya percaya jika Tuhan berkenan, semua pengurus kompak. Saya percaya pemerintah mendukung kami, masyarakat mendukung kami, MMA Papua Barat akan ada di setiap lini,” ujarnya.
Wendy juga menyampaikan terima kasih kepada istri, anak-anak dan keluarga yang selama ini memberikan dukungan terhadap aktivitasnya di dunia olahraga.
Wendy lalu meminta dukungan, bimbingan dan masukan dari para senior, pemerintah serta jajaran penasehat organisasi. Ia menegaskan keterbukaan terhadap kritik dan saran sebagai bagian dari upaya membangun IBCA MMA Papua Barat.
“Kami selalu siap menerima semua masukan dan kritikan untuk kemajuan olahraga kami di tanah Papua Barat,” pungkasnya. (ALW/ON).
