Orideknews.com, MANOKWARI, – Dinas Kesehatan (Dinkes) Papua Barat terus mendorong pemanfaatan data kesehatan digital guna meningkatkan cakupan imunisasi rutin dan imunisasi heksavalen di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.
Pengelola Program Imunisasi Dinas Kesehatan Papua Barat, Hendrik Marisan, S.KM., M.KM., mengatakan pencatatan dan pelaporan imunisasi yang akurat menjadi kunci dalam mendukung transformasi layanan kesehatan berbasis digital. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan materi pada kegiatan Penguatan Pemanfaatan Data untuk Meningkatkan Cakupan Imunisasi Rutin dan Heksavalen di Kabupaten Manokwari, Senin (29/6/2026).
Menurut Hendrik, saat ini data imunisasi telah terintegrasi dengan berbagai platform kesehatan nasional, termasuk aplikasi ASIK dan SATUSEHAT. Karena itu, seluruh puskesmas di Papua Barat diharapkan dapat memaksimalkan pencatatan setiap layanan imunisasi yang diberikan kepada masyarakat.
“Ke depan, orang tua dapat melihat status imunisasi anaknya melalui SATUSEHAT. Oleh karena itu, semua layanan imunisasi harus tercatat dengan baik agar data yang ditampilkan akurat dan dapat dimanfaatkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa status imunisasi anak akan semakin penting karena menjadi bagian dari data kesehatan yang dapat digunakan dalam berbagai kebutuhan administrasi dan pelayanan publik, termasuk di lingkungan pendidikan.
Untuk itu, Hendrik meminta seluruh tenaga kesehatan, khususnya petugas imunisasi di puskesmas, untuk terus meningkatkan kualitas pencatatan dan pelaporan. Selain mendukung pemantauan cakupan imunisasi, data yang valid juga membantu pemerintah dalam merancang kebijakan dan intervensi kesehatan yang tepat sasaran.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan pentingnya dukungan seluruh pihak dalam menyukseskan program imunisasi nasional. Menurutnya, imunisasi merupakan investasi kesehatan jangka panjang yang berperan penting dalam melindungi anak dari berbagai penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.
“Yang kita kerjakan hari ini bukan hanya untuk memenuhi target program, tetapi untuk memastikan setiap anak mendapatkan haknya atas perlindungan kesehatan yang optimal,” katanya. (ALW/ON).