Orideknews.com, MANOKWARI, — Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari atas dukungan UNICEF melalui Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat terus berupaya meningkatkan cakupan imunisasi rutin dan imunisasi heksavalen yang hingga semester pertama tahun 2026 masih berada jauh di bawah target nasional.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Alexander Takdare, S.KM., M.KM., mengatakan capaian imunisasi di Kabupaten Manokwari hingga pertengahan tahun masih belum mencapai 50 persen, sementara target yang ditetapkan berada pada kisaran 80 hingga 95 persen.
“Target kita adalah 95 persen, tetapi sampai semester pertama capaian kita masih di bawah 50 persen. Artinya masih sangat jauh dari harapan sehingga kita perlu mencari strategi dan langkah bersama agar target tersebut dapat tercapai,” kata Alexander saat membuka kegiatan Penguatan Pemanfaatan Data untuk Meningkatkan Cakupan Imunisasi Rutin dan Heksavalen di Kabupaten Manokwari Tahun 2026.
Menurutnya, waktu yang tersisa hingga akhir tahun hanya sekitar enam bulan sehingga seluruh fasilitas pelayanan kesehatan harus bekerja lebih maksimal untuk mengejar target yang telah ditetapkan.
Ia mengungkapkan, pada tahun 2025 cakupan imunisasi Kabupaten Manokwari berada pada kisaran 66 persen. Karena itu, tahun ini diharapkan mampu mencatatkan capaian yang lebih baik dibanding tahun sebelumnya.
“Kita berharap tahun ini harus lebih baik dari tahun lalu. Walaupun melihat kondisi saat ini masih jauh dari target, kita harus tetap optimistis bahwa capaian tersebut bisa kita tingkatkan bersama,” ujarnya Senin, (29/6/26).
Alexander menjelaskan, pertemuan tersebut sengaja mempertemukan penanggung jawab program imunisasi dan penanggung jawab Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dari seluruh puskesmas agar dapat melakukan evaluasi sekaligus mengidentifikasi berbagai hambatan yang dihadapi di lapangan.
Menurutnya, kolaborasi antara program imunisasi dan KIA sangat penting karena keduanya memiliki keterkaitan erat dalam penentuan dan validasi sasaran pelayanan.
“Kita berharap sasaran yang digunakan antara program P2 dan KIA dapat sama sehingga capaian yang diperoleh juga sejalan dan tidak menimbulkan perbedaan data,” katanya.


Dalam kegiatan tersebut, seluruh puskesmas diminta menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi, baik terkait sumber daya manusia, pendanaan, pencatatan dan pelaporan, maupun pelaksanaan pelayanan di wilayah kerja masing-masing.
Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari juga berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah, pemerintah provinsi, serta mitra pembangunan seperti UNICEF untuk memperkuat pelaksanaan program imunisasi.
Alexander menegaskan berbagai pertemuan koordinasi dan evaluasi terus dilakukan bersama pemerintah provinsi dan para mitra dengan tujuan utama meningkatkan cakupan imunisasi di Kabupaten Manokwari.
“Tujuan kita hanya satu, bagaimana cakupan imunisasi ini bisa meningkat dan mencapai target yang telah ditetapkan,” ujarnya. (ALW/ON).