Jakarta – Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, menerima kunjungan resmi Menteri Pertanian dan Pangan Kanada, Heath MacDonald, di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan. Lawatan ini menjadi kunjungan internasional pertama Heath sejak dilantik, sekaligus menandai Indonesia sebagai negara tujuan perdana, yang menunjukkan posisi strategis Indonesia dalam kerja sama pertanian di kawasan Indo-Pasifik.

Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri membahas peluang kemitraan bilateral di tengah tantangan global seperti perubahan iklim, ketegangan geopolitik, dan risiko krisis pangan. Mentan Amran menekankan pentingnya membangun kerja sama yang saling menguntungkan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional maupun global.
Salah satu isu utama yang diangkat adalah peningkatan ekspor minyak sawit mentah (CPO) dari Indonesia ke Kanada. Saat ini, Indonesia merupakan eksportir CPO terbesar kedua ke Kanada dan menargetkan posisi utama.
“Kami mendorong agar Indonesia menjadi eksportir utama CPO ke Kanada. Intinya, kita ingin membangun kerja sama yang saling menguntungkan,” kata Amran yang disambut antusias oleh Menteri Heath.
Selain sawit, kedua negara juga menjajaki kerja sama di sektor peternakan, khususnya pengembangan susu, pengadaan sapi hidup, serta transfer teknologi pertanian modern. Kanada turut menegaskan komitmen memperkuat hubungan dagang dengan Indonesia melalui implementasi perjanjian dagang Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA).
“Situasi geopolitik global saat ini membuka peluang bagi Kanada dan Indonesia untuk memperluas kerja sama perdagangan, mempererat persahabatan, serta membangun pertanian yang berkelanjutan,” ujar Heath, dikutip dari laman resmi Kementan, Kamis (31/7/2025).
Sepanjang 2024, nilai ekspor komoditas pertanian Indonesia ke Kanada tercatat lebih dari USD 222 juta. Komoditas utama yang diekspor meliputi karet (USD 115,4 juta), kakao (USD 58,2 juta), kopi (USD 29,5 juta), dan nanas (USD 5,8 juta). Capaian ini memperlihatkan kuatnya potensi kerja sama yang bisa terus dikembangkan ke depan.
Pertemuan bilateral ini disebut menjadi tonggak penting dalam membangun kemitraan pertanian yang lebih tangguh dan strategis antara Indonesia dan Kanada, sejalan dengan visi transformasi pertanian Indonesia menuju sistem yang modern, berkelanjutan, dan inklusif.
Sebelumnya, Menteri Amran juga menerima kunjungan Menteri Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Australia, Julie Collins. Pertemuan itu membahas peluang kerja sama dalam menjaga stabilitas pasokan pangan, memperluas pertukaran pengetahuan dan teknologi, serta mendukung agenda transformasi pertanian nasional. (RR/ON)




