Orideknews.com, Manokwari, – Kasus malaria di Kampung Maniwak, Kabupaten Teluk Wondama, mengalami lonjakan signifikan pada tahun 2024.
Data Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat mencatat, sebanyak 2.054 kasus malaria ditemukan di Teluk Wondama, dengan Kampung Maniwak sebagai penyumbang tertinggi mencapai 540 kasus. Angka ini meningkat 11 kali lipat dibandingkan tahun 2023 yang hanya mencatat 51 kasus.
Merespons hal tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat menurunkan tim bersama Dinas Kesehatan Teluk Wondama dan Puskesmas Wasior untuk melakukan penyelidikan dan penanganan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, dr. Alwan Rimosan, menjelaskan kondisi lingkungan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk Anopheles, serta tingginya mobilitas penduduk, diduga menjadi faktor utama peningkatan kasus malaria.
“Di Teluk Wondama, tempat perindukan nyamuk Anopheles sangat beragam, mulai dari kolam ikan yang terbengkalai, rawa, selokan tidak terawat, hingga genangan bekas pijakan manusia dan binatang. Vegetasi seperti lumut, semak-semak, dan rumput liar juga turut mendukung perkembangbiakan nyamuk,” ujar dr. Alwan.
Meskipun terdapat ikan pemangsa larva nyamuk, habitat yang kotor membuat mereka sulit menjangkau seluruh area. Hal ini semakin memperparah penyebaran malaria di daerah itu.
Guna menekan penyebaran malaria, tim kesehatan melakukan sejumlah aksi nyata bersama masyarakat. Langkah-langkah yang diambil meliputi penyemprotan insektisida ke sekitar 700 rumah di Kampung Maniwak, melatih 24 kader penyemprot, serta melakukan larvasiding menggunakan metode briket setelah pembersihan lingkungan.
Selain itu, tim juga mendistribusikan kelambu kepada masyarakat yang belum memilikinya dan memberdayakan masyarakat untuk memodifikasi lingkungan guna mencegah perkembangbiakan nyamuk.
“Kami mengajak masyarakat untuk mengeringkan, menimbun, dan membersihkan pekarangan mereka agar tidak menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk. Upaya ini diharapkan dapat menekan angka malaria dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah endemis,” terang dr. Alwan.
Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat berharap, langkah-langkah yang diambil dapat membuahkan hasil positif dalam mengurangi kasus malaria di Kampung Maniwak dan sekitarnya. “Lawan malaria, selamatkan generasi!” tambah dr. Alwan. (ALW/ON).