Orideknews.com, MANOKWARI, – Pemerintah Provinsi Papua Barat menggandeng Telkomsel untuk membangun empat base transceiver station (BTS) di Kabupaten Pegunungan Arfak. Pembangunan infrastruktur telekomunikasi tersebut ditujukan untuk memperluas jangkauan layanan internet dan mengurangi wilayah blank spot di daerah itu.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfo) Papua Barat, Frans P. Istia, mengatakan Pemprov bersama tim teknis Telkomsel telah melakukan survei terhadap lokasi yang akan menjadi titik pembangunan BTS.
“Kami sudah kerja sama dengan Telkomsel. Pemerintah daerah siapkan tower dan power, nanti Telkomsel sediakan perangkat teknologi jaringan internetnya,” kata Istia di Manokwari, Senin.
Empat BTS tersebut direncanakan dibangun di Distrik Hingk, Minyambouw, Taige, dan Mimbey. Infrastruktur itu diharapkan dapat menjangkau sejumlah kampung yang hingga kini masih mengalami keterbatasan bahkan belum mendapatkan layanan telekomunikasi.
Menurut Istia, pola kerja sama antara pemerintah daerah dan operator seluler menjadi salah satu solusi untuk mempercepat penyediaan infrastruktur telekomunikasi di wilayah dengan kondisi geografis yang sulit.
“Ada sejumlah daerah yang kondisi geografisnya sangat sulit, sehingga tidak bisa hanya andalkan APBD. Solusinya, kerja sama dengan operator seluler,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi geografis Pegunungan Arfak menjadi salah satu tantangan utama pembangunan infrastruktur telekomunikasi. Selain medan yang sulit, jumlah penduduk relatif sedikit dan jarak antarkampung cukup jauh sehingga investasi jaringan membutuhkan biaya besar.
“Kondisi medan yang sulit, jumlah penduduk sedikit, jarak antarkampung yang jauh, sehingga Telkomsel tidak berani ambil investasi 100 persen. Solusinya yaitu kerja sama dengan pemerintah daerah,” katanya.
Rencana pembangunan empat BTS tersebut, lanjut Istia, mendapat respons positif dari masyarakat. Para kepala suku ikut mendukung dengan menyediakan lahan, sementara masyarakat bergotong royong membersihkan lokasi yang akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur.
Pemprov Papua Barat berharap keberadaan BTS dapat membuka akses masyarakat terhadap berbagai layanan berbasis digital, mulai dari pendidikan, kesehatan dan administrasi pemerintahan hingga mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Sebelumnya, pemerintah telah memanfaatkan perangkat Starlink untuk mengatasi persoalan blank spot di sejumlah wilayah Pegunungan Arfak. Namun, jangkauan layanan tersebut dinilai masih terbatas sehingga pembangunan BTS dipilih sebagai salah satu solusi untuk memperluas akses telekomunikasi.
“Ada beberapa wilayah di Pegunungan Arfak yang pakai jaringan Bakti dan Starlink, tapi jaringan internetnya terbatas sekali,” kata Istia.
Selain Pegunungan Arfak, Diskominfo Papua Barat juga tengah memetakan wilayah blank spot di kabupaten lainnya.
Pemetaan antara lain dilakukan di Kampung Aisandami, Distrik Teluk Duairi, serta Kepulauan Auri di Distrik Roon, Kabupaten Teluk Wondama.
Istia menambahkan, penyediaan jaringan telekomunikasi di kawasan tersebut juga diharapkan mendukung pengembangan potensi pariwisata sekaligus memperluas akses layanan digital bagi masyarakat di wilayah terpencil Papua Barat. (ALW/ON).

