Orideknews.com, MERAUKE, — Pemerintah Kabupaten Merauke bersama PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku menetapkan SPBU 86.996.01 di Kampung Amunkay, Distrik Tanah Miring, sebagai SPBU yang dikhususkan untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) sektor pertanian.
Pengoperasian SPBU khusus petani tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap program ketahanan dan swasembada pangan nasional sekaligus menunjang mekanisasi pertanian di Kabupaten Merauke.
Pertamina Patra Niaga menyebut fasilitas yang diresmikan pada Kamis (24/9/2026) itu sebagai SPBU khusus petani pertama di Indonesia Timur.
Pelayanan BBM bagi petani tersebut telah mendapatkan penunjukan dari Bupati Merauke melalui Surat Keputusan (SK) Bupati, terutama untuk memenuhi kebutuhan operasional alat dan mesin pertanian (alsintan).
Peresmian dilakukan bersama Bupati Merauke dan disaksikan perwakilan Kementerian Pertanian RI, Penanggung Jawab Swasembada Pangan Provinsi Papua Selatan, jajaran Forkopimda Papua Selatan dan Kabupaten Merauke, Dinas Pertanian, Penanggung Jawab Swasembada Pangan dari Polbangtan Manokwari, tokoh masyarakat serta perwakilan petani.
Ratusan ketua kelompok tani, gabungan kelompok tani (Gapoktan) dan anggota Brigade Pangan juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian BPPSDMP Kementerian Pertanian menyampaikan bahwa ketersediaan energi untuk alsintan menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat mekanisasi pertanian.
Hal tersebut semakin penting seiring pelaksanaan program Optimasi Lahan (Oplah) seluas 51.000 hektare dan Cetak Sawah Rakyat (CSR) seluas 48.000 hektare di Kabupaten Merauke.
Dengan beroperasinya SPBU khusus petani, kebutuhan BBM untuk traktor roda empat, combine harvester, kultivator hingga pompa air irigasi diharapkan dapat diperoleh melalui jalur distribusi yang lebih pasti dan terarah.
Jawab Kebutuhan BBM Petani
Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze, mengapresiasi Pertamina Patra Niaga atas penyediaan infrastruktur energi yang secara khusus mendukung sektor pertanian.
Menurutnya, Merauke mempunyai potensi pertanian yang besar dalam mendukung pencapaian swasembada pangan nasional.
“Merauke memiliki potensi pertanian yang sangat besar untuk menyokong swasembada pangan nasional. Kehadiran dan penunjukan resmi SPBU Khusus Petani di Tanah Miring melalui SK Bupati ini adalah jawaban atas aspirasi para petani kita yang membutuhkan kepastian dan kemudahan akses BBM,” ujar Yoseph.
Ia menegaskan, pelayanan BBM kepada petani tetap mengikuti ketentuan yang berlaku, termasuk kewajiban melampirkan surat rekomendasi sesuai mekanisme penyaluran BBM bersubsidi.
“Kami berterima kasih kepada Pertamina atas sinergi yang kuat ini. Harapan kami, produktivitas hasil pertanian Merauke dapat meningkat signifikan dan kesejahteraan petani semakin meningkat,” katanya.
Sementara itu, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Awan Raharjo, mengatakan Pertamina mendukung kebijakan Pemerintah Kabupaten Merauke yang menetapkan SPBU tersebut khusus melayani kebutuhan energi sektor pertanian.
Menurut Awan, langkah tersebut dirancang untuk memberikan kemudahan kepada petani dalam memperoleh BBM secara tepat sasaran, efisien dan transparan guna menunjang pengoperasian alsintan.
“SPBU di Tanah Miring ini sekarang dikhususkan untuk melayani kebutuhan energi para petani. Operasional SPBU Khusus Petani ini telah disesuaikan dengan mekanisme penyaluran BBM bersubsidi berbasis data, regulasi yang berlaku serta terintegrasi bersama Dinas Pertanian agar alokasinya tepat jumlah, tepat sasaran dan mendukung penuh alsintan petani,” ungkap Awan.
Ia menambahkan, Pertamina Patra Niaga berkomitmen menjaga pasokan energi hingga ke daerah, termasuk untuk mendukung sektor produktif seperti pertanian.
“Dengan penunjukan resmi melalui SK Bupati ini, sinergi antara Pertamina, Kementerian Pertanian dan Pemerintah Daerah dalam mewujudkan kedaulatan pangan dari ujung timur Indonesia semakin kuat,” katanya.
Pertamina, lanjut Awan, akan memastikan keandalan pasokan BBM dengan tetap mengikuti mekanisme surat rekomendasi dan ketentuan penyaluran BBM bersubsidi agar kegiatan produksi pertanian dapat berjalan optimal.
Dorong Peran Petani Milenial
Selain menjamin pasokan energi untuk alsintan, Kementerian Pertanian juga mendorong keterlibatan generasi muda dalam pengembangan pertanian modern melalui program Brigade Pangan.
Dalam skema tersebut, satu Brigade Pangan yang terdiri dari 15 petani milenial dapat memperoleh kesempatan mengelola lahan hingga 200 hektare secara terintegrasi dan profesional.
Program tersebut juga didukung dengan fasilitasi alsintan, sarana produksi pertanian, benih unggul serta akses terhadap pupuk bersubsidi bagi kelompok yang memenuhi persyaratan.
Petani muda juga didorong memanfaatkan sistem digital pertanian dengan memperbarui data melalui elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) dan memastikan kelompok tani telah terdaftar di Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan).
Pembaruan data dinilai penting agar penyaluran pupuk, bantuan sarana produksi dan program pemerintah lainnya dapat dilakukan lebih tepat sasaran.
Kementerian Pertanian juga menyiapkan pendampingan melalui penyuluh pertanian lapangan dan tim pendamping, termasuk dari Polbangtan Manokwari, untuk memberikan pengawalan teknis serta penguatan manajemen usaha tani.
Pengoperasian SPBU khusus petani di Tanah Miring diharapkan memperkuat ekosistem pertanian modern di Merauke, mulai dari ketersediaan energi, pemanfaatan alsintan hingga peningkatan keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian.
Pertamina Patra Niaga berharap pengkhususan SPBU tersebut membuat distribusi BBM bagi petani semakin mudah, tertib dan terarah serta mendukung posisi Merauke sebagai salah satu kawasan penting dalam program swasembada pangan nasional. (MRN/RR/ON)
