Top 5 This Week

Related Posts

CSR Miliki Potensi Besar, Masyarakat Lokal Ambil Peran Wujudkan Swasembada Pangan

Merauke – Menandai langkah penting dalam pengembangan sektor pertanian di tanah Papua, dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, provinsi Papua Selatan ikut berkontribusi dalam kegiatan tanam serentak dilahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) 10.000 hektar, Kamis (09/04/26).

Kegiatan tanam yang digelar di 17 provinsi, mengutamakan penggunaan teknologi drone dengan tujuan meningkatkan efisiensi dan produktivitas sektor pertanian.

Sebagaimana Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan, Indonesia harus berani mengubah pertanian dari pola tradisional menuju pola modern.

“Penguasaan teknologi sangat penting dalam mewujudkan Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045, serta tantangan Revolusi Industri 4.0 di segala bidang,” ujar Amran

Amran menjelaskan, drone penebar benih mampu bekerja mandiri sesuai pola dan alur yang dibuat pada perangkat android dengan panduan GPS. Drone ini mampu melakukan resume operasi untuk melanjutkan operasi yang tertunda, sehingga tidak terjadi overlap karena dilakukan secara otomatis.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menekankan percepatan tanam dilahan CSR menggunakan teknologi pertanian modern.

“Pertama kali secara serempak, lahan CSR 10.000 hektar ditanami dengan menerjunkan langsung drone-drone beserta operatornya,” ujarnya.

Idha meminta agar terus bekerja keras dan bergandeng tangan untuk mendorong swasembada pangan yang berkelanjutan dengan memanfaatkan lahan CSR dan Oplah.

“Menghadapi tantangan perubahan iklim dengan adanya fenomena godzilla el nino. Maka lahan lahan yang tersedia harus ditanami di bulan april hingga mei,” tegas Idha

Hal senada turut disampaikan Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, pentingnya pemanfaatan lahan program CSR untuk meningkatkan produksi padi dan memperkuat swasembada pangan. Pendekatan yang dilakukan meliputi modernisasi pertanian, keterlibatan generasi muda melalui Brigade Pangan, serta penguatan sumber daya manusia.

Kegiatan yang berfokus pada lahan CSR di Kampung Waninggap Kai, distrik Semangga mendapat respon positif dari Bupati kabupaten Merauke, Yoseph Bladib Gebze dan masyarakat lokal sekitar, yang bersamangat memberi kontribusi dalam pelaksanaan program.

“Masyarakat harus bersyukur, kalau daerah lain mengusulkan untuk pembuatan program CSR, merauke langsung di kasih oleh pak Menteri Pertanian. Untuk itu mari kita bersinergi bersama untuk sukseskan program ini mewujudkan merauke swasembada pangan,” kata Yoseph.

“Tanam serentak bukan hanya seremoni, tetapi juga bagaimana mendorong masyarakat lokal dalam pemanfaatan teknologi pertanian untuk bergerak bersama sukseskan pertanian di Papua Selatan” tambahnya.

Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari, O’eng Anwarudin, menyampaikan bahwa Lokasi CSR yang selama ini sudah dikerjakan, ada beberapa yang sudah ditanam dan saat ini dilaksanakan percepatan tanam supaya bermanfaat untuk Masyarakat

“Ini merupakan kolaborasi seluruh pihak antara kementrian pertanian, Dinas TPHBUn, TNI, Polri, BWS, PU dengan harapan luasan 721 hektar dapat segera tertanami dengan baik dan lancar sehingga lahan yang telah diolah benar-benar tertanami dan termanfaatkan sehingga swasembada pangan dapat terwujud secara berkelanjutan,” pungkasnya

Untuk diketahui dari target tanam tahun 2025 sebesar 17.000 hektar yang sudah di Land Clearing, telah dilakukan olah lahan sebesar 6.000an hektar dan tanam mencapai 3.200 hektar sehingga masih terdapat lahan-lahan yang belum ditanami sehingga menjadi capaian agar lahan yang sudah diolah dapat segera ditanami tepat waktu.

Sementara untuk Oplah di Merauke sudah stabil, karena oplah merupakan lahan yang sudah digunakan setiap tahunnya sehingga pemanfaataannya lebih berdampak baik dan bermanfaat bagi Masyarakat petani.

Sementara itu, program optimalisasi lahan (Oplah) di Merauke dinilai stabil karena merupakan lahan yang telah dimanfaatkan setiap tahun dan memberikan dampak positif bagi petani.

Kegiatan tanam serentak ini tidak sekadar seremoni, tetapi menjadi langkah nyata dalam mendorong masyarakat lokal untuk memanfaatkan teknologi pertanian demi kemajuan sektor pertanian di Papua Selatan. (MRN/RR/ON).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles