Orideknews.com, Manokwari, – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Cabang Manokwari, Papua Barat, mencatat realisasi pembayaran klaim per 16 Maret 2026 mencapai Rp19,39 miliar atau meningkat sekitar 34 persen dibanding periode Februari 2026.

Kepala BPJamsostek Manokwari Gery Dame Malelak mengatakan kenaikan tersebut seiring dengan meningkatnya pengajuan klaim dari lima Program Jamsostek serta penyaluran manfaat beasiswa untuk 1.308 kasus.
“Kalau bulan Februari 2026 kemarin, kami bayarkan 1.009 kasus atau klaim senilai Rp14,44 miliar,” kata Gery. Kamis, (19/3/26).
Ia merinci pembayaran dimaksud meliputi, jaminan hari tua (JHT) 1.062 klaim dengan nilai manfaat Rp13,92 miliar, disusul jaminan kematian (JKM) 162 klaim senilai Rp4,95 miliar, dan jaminan kecelakaan kerja (JKK) Rp78,79 juta untuk lima klaim.
Kemudian, pembayaran untuk 19 klaim program jaminan pensiun (JP) senilai Rp195,46 juta, jaminan kehilangan pekerjaan (JKP) ada 11 klaim senilai Rp27,25 juta, dan penyaluran beasiswa Rp210 juta kepada 49 anak dari peserta Program Jamsostek.
“Semua Program Jamsostek dan penyaluran beasiswa mengalami peningkatan baik dari sisi nilai maupun jumlah klaim,” ucap Gery.
Menurut dia, realisasi jumlah klaim mencerminkan optimalisasi pelayanan yang berkualitas, cepat, tepat, dan transparan, serta meningkatnya kesadaran pemberi kerja maupun masyarakat dalam memanfaatkan program perlindungan sosial bagi tenaga kerja.
Pengajuan klaim program JP mengalami pertumbuhan sebesar 90 persen secara bulanan (month to month/mtm), disusul klaim JKK 67 persen, klaim JHT naik menjadi 30 persen, klaim JKP tumbuh 22 persen, dan klaim JKM tumbuh 21 persen.
“Sama halnya dengan penyaluran beasiswa kepada anak-anak dari peserta Program Jamsostek juga meningkat 44 persen dibanding bulan sebelumnya,” tambah Gery.



