Orideknews.com, MANOKWARI – Pemerintah Kabupaten Manokwari menempatkan program Koperasi Merah Putih dan penguatan ketahanan pangan sebagai fokus utama pembangunan daerah tahun 2026.

Bupati Manokwari, Hermus Indou, mengungkapkan bahwa pelaksanaan program Koperasi Merah Putih terus menunjukkan progres positif. Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau 67 kampung dari total 174 kampung di wilayah Manokwari.
“Artinya sudah sekitar 45 persen kampung tersentuh program ini, dengan progres yang cukup baik,” ujar Hermus Indou, Selasa (17/3/2026) kepada orideknews.
Ia menjelaskan, pelaksanaan program tersebut turut melibatkan unsur TNI-Polri, termasuk Kodam XVIII/Kasuari dan Kodim 1801/Manokwari. Sejumlah fasilitas dalam program itu bahkan telah rampung dan siap dimanfaatkan masyarakat, sementara sebagian lainnya masih dalam tahap pengerjaan.
“Ada yang sudah selesai 100 persen dan siap digunakan, ada juga yang masih dalam tahap pengerjaan,” jelasnya.
Selain penguatan koperasi, Pemkab Manokwari juga menggenjot sektor ketahanan pangan melalui pembukaan lahan pertanian seluas 1.300 hektare di wilayah SP4 dan Sidey.
Program ini diharapkan mampu mendorong kemandirian pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani.
Sebagai bagian dari strategi tersebut, pemerintah daerah juga mulai mengembangkan lahan persawahan baru dengan memanfaatkan lahan kelapa sawit yang tidak lagi produktif.
Menurut Hermus Indou, langkah ini dilakukan untuk mengoptimalkan lahan yang selama ini terbengkalai agar lebih bermanfaat bagi kebutuhan pangan.
“Daripada lahan terbengkalai, lebih baik kita manfaatkan untuk pencetakan sawah yang bisa mendukung kebutuhan pangan,” ujarnya.
Ia menyatakan, kebijakan tersebut tidak akan mengganggu perkebunan kelapa sawit yang masih aktif dan produktif. Pemerintah juga memastikan tidak ada pembukaan lahan baru untuk perkebunan sawit di wilayah Manokwari.
Di sisi lain, Pemkab tetap mendukung program peremajaan sawit rakyat (PSR) guna meningkatkan produktivitas kebun masyarakat yang masih berjalan.
Hermus menyebut, langkah pengembangan sektor pertanian ini mendapat respons positif dari masyarakat, terutama para petani yang mulai melihat peluang baru di sektor pangan.
“Kita optimis ini bisa menjadi solusi jangka panjang untuk ketahanan pangan daerah,” tambahnya. (ALW/ON).




