Orideknews.com, Manokwari, – Ketua Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB), Judson Ferdinandus Waprak, memberikan apresiasi kepada Genting Oil Kasuri Pte. Ltd. atas komitmennya memberikan peluang kepada anak-anak Teluk Bintuni sebagai daerah penghasil minyak dan gas bumi (migas) untuk memperoleh kesempatan pendidikan dan pekerjaan di area operasional perusahaan.

Menurut Judson, langkah tersebut merupakan bentuk keberpihakan nyata terhadap masyarakat Papua, khususnya Orang Asli Papua di wilayah terdampak operasi migas.
Ia berharap program serupa terus ditingkatkan sehingga memberikan dampak jangka panjang bagi generasi muda Papua, terutama di Papua Barat dan Kabupaten Teluk Bintuni.
“Kami berharap ke depan program ini semakin baik dan benar-benar membawa dampak positif bagi anak-anak Papua, khususnya di Papua Barat, terlebih lagi bagi anak-anak Bintuni sebagai tuan rumah di daerah penghasil migas,” ujarnya melalui keterangan pers yang diterima media ini.
Melalui kolaborasi SKK Migas–KKKS Genting Oil Kasuri Pte. Ltd. (GOKPL), sebanyak 15 putra-putri terbaik dari Suku Sumuri dan Irarutu diberangkatkan pada 23 Februari 2026 untuk mengikuti Apprenticeship Program di PPSDM Migas Cepu, Jawa Tengah.
Pelepasan peserta dilakukan secara resmi oleh Bupati Teluk Bintuni di Gedung Sasana Karya Teluk Bintuni dan disaksikan oleh perwakilan SKK Migas Wilayah Papua dan Maluku, Kepala Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan Teluk Bintuni, Kepala Distrik Sumuri, Kepala Distrik Babo, Kepala Distrik Aroba, serta perwakilan orang tua peserta.
Para peserta memulai perjalanan dari Bintuni menuju Jakarta sebelum melanjutkan ke Cepu untuk menjalani pelatihan teknis serta penguatan soft skill secara intensif selama 12 bulan.
Judsosn menilai, program ini menjadi tonggak penting dalam mempersiapkan tenaga kerja lokal guna mendukung kegiatan operasi Lapangan Asap, Kido, dan Merah (AKM) yang ditargetkan berproduksi pada 2027.
Selain itu, kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi komitmen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) perusahaan, khususnya dalam aspek sosial dan ketenagakerjaan melalui peningkatan kapasitas masyarakat di sekitar wilayah operasi.
General Manager Genting Oil Kasuri Pte. Ltd., Ngakan Nurcahya, menjelaskan seiring dengan perencanaan fase produksi Lapangan AKM, pihaknya berupaya menyiapkan sumber daya manusia lokal yang unggul, terampil, tersertifikasi, dan siap bersaing agar mampu mengisi kebutuhan tenaga kerja di sektor industri migas di daerah.
“Apprenticeship Program ini merupakan tahap awal dari periode mentorship program yang dirancang GOKPL untuk mengembangkan kapasitas Orang Asli Papua, guna mendukung kelancaran proyek serta mendorong kemajuan Kabupaten Teluk Bintuni dan wilayah Papua Barat,” ujarnya.
Proses seleksi peserta dilakukan secara ketat dan transparan. Sebanyak 73 putra-putri dari kampung-kampung terdampak operasi mengikuti tahapan seleksi yang meliputi verifikasi administrasi, tes potensi akademik, tes kemampuan bidang, dan psikotes.
Seleksi dilaksanakan secara kolaboratif bersama Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Teluk Bintuni, para kepala distrik dan kepala kampung di wilayah Ring 1 operasi, serta mitra independen Yayasan Syena Ahoro Papua dan LP3TKP Siklop. Dari seluruh peserta, 15 individu dengan peringkat terbaik dinyatakan lolos dan berhak mengikuti pelatihan berskala nasional di PPSDM Migas Cepu.
Sementara itu, Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy mengaku investasi terbesar yang harus dibangun adalah investasi pada anak-anak daerah yang kelak menjadi pelaku utama pembangunan.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada GOKPL atas komitmen nyata dalam mendukung pengembangan masyarakat lokal. Sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan lembaga pelatihan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” terang Manibuy.
Pemda Teluk Bintuni tambah Manibuy, berharap Program ini menjadi langkah strategis mencetak tenaga kerja lokal di Teluk Bintuni yang kompeten, sehingga kehadiran industri migas tidak hanya berkontribusi terhadap produksi energi nasional, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Teluk Bintuni. (ALW/ON).




