Senin, Februari 9, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Gubernur Papua Barat Sampaikan Komitmen Konservasi di IFMS and NBCS Conference

Orideknews.com, Manokwari – Pemerintah Provinsi Papua Barat bersama Flora Malesiana Foundation, National University of Singapore (NUS), Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), dan Universitas Papua (UNIPA), dengan dukungan sejumlah mitra pembangunan, menyelenggarakan The 12th International Flora Malesiana Symposium (IFMS) dan The International Nature-Based Climate Solutions Conference di Manokwari pada 9–14 Februari 2026.

Kegiatan internasional ini mengusung tema “Celebrating the World’s Richest Island Flora: Biodiversity, Prosperity, and Climate Resilience” dan menjadi agenda penting tidak hanya bagi pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga dalam merumuskan rekomendasi kebijakan berbasis bukti di tingkat daerah, regional, hingga nasional.

Forum tersebut diharapkan dapat mendukung inisiatif pembangunan berkelanjutan, konservasi dan perlindungan keanekaragaman hayati, serta mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

Gubernur Papua Barat, Domingus Mandacan, dalam sambutan pembukaan menyatakan komitmen Pemerintah Provinsi Papua Barat terhadap pembangunan berkelanjutan yang berbasis pada konservasi alam.

Ia menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas kehadiran para ilmuwan, akademisi, peneliti, serta mitra pembangunan dari dalam dan luar negeri yang berpartisipasi dalam forum ilmiah bertaraf internasional tersebut.

Menurut Domingus, kehadiran para peserta menjadi bukti bahwa Papua Barat, khususnya Manokwari, merupakan daerah yang aman, kondusif, dan layak menjadi tuan rumah kegiatan ilmiah berskala global.

“Forum ini merupakan sebuah kepercayaan besar bagi Papua Barat. Kami menyambut dengan penuh hormat para peserta yang telah menempuh perjalanan jauh untuk hadir dan berkontribusi dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati serta pengembangan solusi iklim berbasis alam,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Papua Barat memiliki karakter wilayah yang sangat sensitif secara ekologis. Sekitar 60 persen wilayahnya berupa pegunungan dan perbukitan, sementara lebih dari 70 persen masih berupa hutan alam. Namun, kondisi tanah yang relatif tipis menjadikan wilayah ini rentan terhadap bencana apabila pembangunan dilakukan tanpa memperhatikan aspek konservasi.

“Pembangunan yang mengabaikan alam hanya akan bersifat sementara dan berisiko menimbulkan bencana. Kita belajar dari berbagai kejadian banjir dan longsor yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia,” ucap Domingus.

Sebagai upaya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan perlindungan lingkungan, Pemerintah Provinsi Papua Barat menerapkan pendekatan pembangunan terintegrasi berbasis bentang alam darat dan laut atau ridge to reef. Pendekatan ini menjadi strategi utama dalam kebijakan pembangunan berkelanjutan di Papua Barat.

Lebih lanjut, Domingus menyampaikan simposium dan konferensi ini merupakan momen penting untuk merayakan Papua sebagai pulau dengan kekayaan flora berpembuluh tertinggi di dunia.

Ia berharap forum ini tidak hanya memperkuat upaya konservasi keanekaragaman hayati, tetapi juga menghasilkan solusi nyata dalam menghadapi perubahan iklim sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat adat Orang Asli Papua.

“Tema kegiatan ini sejalan dengan visi Papua Barat sebagai provinsi berkelanjutan,” katanya.

Pemerintah Provinsi Papua Barat, lanjut Domingus, sangat terbuka terhadap masukan dan rekomendasi teknis yang dihasilkan dari simposium dan konferensi ini sebagai bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan pembangunan daerah ke depan.

Gubernur Domingus mengajak seluruh peserta untuk menikmati keindahan alam serta keramahan masyarakat Manokwari.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara, lembaga mitra, sponsor, dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan internasional tersebut.

“Kita jaga hutan, hutan akan jaga kita. Kita jaga laut, laut akan jaga kita. Tugas utama kita adalah mewarisi mata air bagi anak cucu kita, bukan sebaliknya mewarisi air mata,” tuturnya. (ALW/ON).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles

error: Hati-hati Salin Tanpa Izin kena UU No.28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI No.19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)