Orideknews.com, MANOKWARI – Mahasiswa Program Studi Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan (TPTP) Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari melaksanakan studi lapangan mengenai kondisi iklim di Kantor Stasiun Meteorologi Kelas III Manokwari, Rabu (14/01/26).
Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya sinkronisasi antara teori di bangku kuliah dengan penerapan praktis ilmu klimatologi di lapangan. Sebagaimana Kementerian Pertanian bersama BMKG telah menyelaraskan langkah strategis dalam pemanfaatan data iklim, cuaca, dan geofisika untuk mendukung sektor pertanian nasional.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, telah menekankan bahwa pemerintah harus mampu menyiapkan langkah-langkah mitigasi untuk menghadapi perubahan iklim. Sementara itu,
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya adaptasi pertanian terhadap perubahan iklim, khususnya krisis air, dengan mengedukasi petani tentang pompanisasi dan teknologi cerdas iklim untuk menjaga produktivitas, melalui pelatihan intensif dan pengelolaan air yang lebih baik guna menghadapi cuaca ekstrem seperti curah hujan yang tidak menentu.
Dalam kunjungan tersebut, para mahasiswa berkesempatan mengamati secara langsung berbagai peralatan canggih yang digunakan untuk pemantau cuaca dan iklim di Manokwari.

Indrawati sebagai dosen pendamping mata kuliah menyampaikan bahwa fokus utama dari praktik yang dilaksanakan bertujuan mendorong mahasiswa memahami bagaimana data klimatologi diolah dan diaplikasikan dalam sektor perkebunan, terutama untuk menentukan strategi masa tanam, pemupukan, hingga mitigasi dampak perubahan iklim global.
“Pemahaman terhadap cuaca bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan primer bagi calon ahli perkebunan,” ujarnya. Indra menambahkan bahwa ketepatan data iklim sangat menentukan keberhasilan produksi tanaman perkebunan. “Mahasiswa harus mampu membaca fenomena alam agar dapat meminimalisir risiko gagal panen,” jelasnya
Kegiatan ini diharapkan dapat mencetak lulusan yang tidak hanya mahir secara agronomis, tetapi juga adaptif terhadap dinamika iklim yang kian menantang di masa depan. (ALW/ON).

