Jumat, Januari 16, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Prof Warami Guru Besar ke-77 di Tanah Papua, LLDIKTI XIV: Perguruan Tinggi Harus Berdampak bagi Kemanusiaan

Orideknews.com, MANOKWARI – Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIV se-Tanah Papua, Dr. Suriel Samuel Mofu, S.Pd., M.Ed., TEFL., M.Phil. (Oxon) menyatakan, Tanah Papua saat ini tengah mengalami ledakan jumlah lulusan sarjana, sehingga perguruan tinggi dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga memberi dampak nyata bagi kemanusiaan dan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Dr. Suriel Mofu dalam acara Pengukuhan Guru Besar bidang Linguistik Antropologi, dan Linguistik Forensik Universitas Papua (Unipa), Prof. Dr. Hugo Warami, S.Pd., M.Hum., yang berlangsung di Aula Universitas Papua, Manokwari, Rabu (14/1/2026).

Suriel Mofu menyampaikan bahwa Prof. Dr. Hugo Warami merupakan Guru Besar ke-77 di Tanah Papua dan Guru Besar ke-26 di Universitas Papua. Ia menilai capaian tersebut sebagai tonggak penting dalam penguatan sumber daya manusia akademik di wilayah timur Indonesia.

“Dari total enam Perguruan Tinggi Negeri di Tanah Papua, hingga saat ini telah lahir 77 guru besar. Universitas Papua sendiri memiliki 26 guru besar, disusul Universitas Cenderawasih empat guru besar, Universitas Musamus satu, Universitas Papua Dataran satu, Universitas Bina Insani satu, serta dua Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri,” jelasnya.

Suriel Mofu juga memaparkan bahwa secara nasional Indonesia memiliki lebih dari 4.600 perguruan tinggi, sementara di Tanah Papua terdapat 128 perguruan tinggi yang mengelola 733 program studi. Perguruan tinggi tersebut terdiri dari lima PTN, 76 perguruan tinggi swasta, serta 47 perguruan tinggi di bawah kementerian dan lembaga lain.

Dalam tujuh tahun terakhir hingga 2025, lanjutnya, perguruan tinggi di Tanah Papua telah meluluskan 92.935 sarjana dari berbagai bidang ilmu. Rinciannya, bidang pendidikan sebanyak 19.315 orang, kesehatan 7.901 orang, teknik dan komputer 12.730 orang, sains dan pertanian 10.225 orang, serta ilmu sosial dan humaniora sebanyak 40.175 orang.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa Papua sedang mengalami ledakan jumlah sarjana. Tantangan kita bersama adalah menjawab pertanyaan tentang dampak nyata dari kehadiran perguruan tinggi dan lulusan sarjana tersebut bagi masyarakat Papua,” tegasnya.

Suriel Mofu menyebut Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi saat ini mengusung moto “Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Berdampak”, yang sejalan dengan moto Universitas Papua, yakni “Ilmu untuk Kemanusiaan” (Science for Humanity).

Menurutnya, moto tersebut bukan sebagai slogan, tetapi merupakan komitmen moral dan intelektual sivitas akademika untuk memanusiakan manusia melalui ilmu pengetahuan, khususnya dalam konteks kebudayaan dan kemanusiaan masyarakat Papua.

Pengukuhan Prof. Dr. Hugo Warami sebagai Guru Besar Linguistik dinilai strategis karena bidang linguistik memiliki peran penting dalam menjaga, mengembangkan, dan melindungi bahasa serta identitas budaya Papua. Keilmuan yang digeluti Prof. Warami mencakup fonetik, fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, pragmatik, hingga linguistik forensik.

“Ilmu pengetahuan harus hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan menjadi solusi atas persoalan kemanusiaan di Tanah Papua,” pungkas Suriel Mofu. (ALW/ON).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles

error: Hati-hati Salin Tanpa Izin kena UU No.28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI No.19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)