Orideknews.com, MANOKWARI, – Menanggapi desakan 22 Organisasi Masyarakat (Ormas) di Manokwari Papua Barat yang meminta digantinya oknum Anggota DPR RI Dapil Papua Barat, Ketua DPD PDIP Papua Barat, Markus Waran angkat bicara.
Melalui sambungan telepon kepada media ini, Sabtu, (16/4/22) Waran mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada puluhan Ormas yang menyuarakan tindakan oknum tersebut.
Waran mengaku ikut mendukung apa yang disuarakan Ormas terkait perilaku HM, oknum Anggota DPR RI itu.
“Selaku ketua DPD PDIP Papua Barat kita serahkan ini semua kepada pimpinan DPP agar segera diproses dan apabila apa yang dilakukan memang benar,” tutur bupati Manokwari Selatan ini.
Waran kemudian meminta DPP PDIP untuk memberikan sanksi tegas kepada yang bersangkutan, dia kuatir tindakan oknum dapat membuat marwah PDIP Papua Barat runtuh.
“Khususnya konstituen-konstituen yang telah memilih Almarhum Djimi Ijie sebagai kader militan. Sehingga saya sebagai ketua DPD dan bagian dari kader militan itu sangat mengharapkan pimpinan DPP untuk memperhatikan beberapa aspirasi Ormas yang notabene mereka adalah bagian dari PDIP,” harap Waran.
Dirinya menilai, kritikan dan saran sejumlah Ormas sebagai hal positif yang luarbiasa sebab, Ormas sangat peduli terhadap Partai berlambang kepala banteng tersebut.
Sebelumnya sebanyak 22 Organisasi Masyarakat (Ormas) di Provinsi Papua Barat mendesak PDIP segera mengganti oknum anggota DPR RI Dapil Papua Barat berinisial HM.
Desakan itu dilakukan dengan menandatangani dukungan PAW penggantian Oknum Anggota DPR RI terkait tindakan yang dilakukan yakni, menonton video dewasa di kantor DPR RI Senayan belum lama ini.
Panglima Parlemen Jalanan Papua Barat, Ronald Membieuw menyatakan perilaku dari seorang pemimpin konstituen wakil rakyat di pusat yang viral menurutnya, itu tindakan yang tidak terpuji, tidakan yang tidak terdidik bagi generasi yang ada di Papua Barat.
“Kenapa demikian kursi yang diduduki itu adalah jatah dari Papua Barat nah diganti dengan yang lain saja, kami lihat beliau tidak menunjukkan atau menampilkan marwah semangat daripada almarhum Djimi Ijie dengan posisi dimana selalu menjaga wibawa, selalu pro kepada rakyat yang di Papua Barat,” ujar Ronald.
“Bagian-bagian ini yang kami lihat tidak ada di sosok itu, tidak ada maka kami minta untuk pimpinan partai PDIP perjuangan, terutama komisi atau dewan kehormatan partai PDIP perjuangan untuk harus segera menghentikan, melakukan pergantian antar waktu kepada oknum tersebut,” lanjut Ronald.
Dia menilai, Oknum tersebut telah mencoreng nama baik partai PDIP yang merupakan partai penguasa di negara Republik Indonesia saat ini.
“hari ini beliau duduk di kursi PDIP asal Papua Barat tetapi yang dipekerjakan di Senayan sana menjadi staf itu, tidak ada tidak ada perwakilan dari anak Papua. Tidak ada sama sekali, justru orang-orangnya saja yang dikerjakan di sana,”
Menurutnya, oknum itu tidak miliki semangat untuk membangun Provinsi Papua Barat, sehingga dengan tegas Ronald meminta untuk harus digantikan dengan kader partai yang benar-benar berdomisili di Papua Barat.
Ketua DPW Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia Provinsi Papua Barat, Ayub Imsiren mengatakan perbuatan oknum Anggota DPR RI itu dipastikan bahwa yang bersangkutan, tidak punya niat untuk orang Papua.
Dia menilai tindakan oknum itu akan menjadi dampak buruk untuk pemilu 2024, nanti kalau begini terus dibiarkan besok-besok kepercayaan masyarakat terhadap PDIP otomatis hilang,”
“Harapan saya lewat DPD PDIP perjuangan Provinsi Papua Barat segera diusulkan ke DPP untuk yang bersangkutan segera diganti, sehingga yang menggantikan beliau adalah orang yang berdomisili dan untuk memperjuangkan apa yang menjadi harapan masyarakat Provinsi Papua Barat yang sudah ditinggalkan oleh Almarhum Djimi Ijie,” pesan Imsiren.
Hal yang sama ditegaskan juga oleh Ketua Laskar Merah Putih, Arsyad Lamadia dia meminta PDIP segera melakukan tindakan pemecatan secara tidak terhormat oleh oknum anggota DPR RI tersebut.
“Hal ini untuk membawa citra partai tersebut kembali normal,” minta Arsyad.
Ketua Komnas Perlindungan Anak Provinsi Papua Barat, Napoleon Fakdawer menilai sebagai seorang Anggota Dewan dapil Papua Barat, Oknum tersebut telah memberikan contoh yang tidak baik.
“Kami cinta PDIP agar bisa menjadi partai yang representative datang dari masyarakat itu sebabnya, kami berharap apa yang terjadi hari ini menjadi catatan penting untuk kita semua dan kami berharap bila perlu diganti saja. Bila perlu diganti supaya kita mendapatkan orang yang representative yang punya hati dan punya punya perilaku baik, kita tidak butuh orang yang menunjukkan contoh yang tidak baik,” ungkap Fakdawer.
Ketua DPR RI, Puan Maharani tambah Fakdawer diminta merespon apa yang sudah dilakukan oknum Anggota DPR RI tersebut. Puan juga dapat melihat persoalan itu bukan persoalan yang biasa, karena itu tentang keterwakilan dewan yang mewakili masyarakat bawah secara khusus di Papua Barat.(ALW/ON).