Home Kesehatan Baru 200 Kasus TBC Anak Ditemukan di Papua Barat, 59 Persen dari...

Baru 200 Kasus TBC Anak Ditemukan di Papua Barat, 59 Persen dari Target Belum Terdeteksi

Orideknews.com, MANOKWARI, — Penemuan kasus tuberkulosis (TBC) anak di Provinsi Papua Barat masih perlu ditingkatkan. Hingga periode Januari–Agustus 2026, sebanyak 200 kasus TBC anak telah ditemukan dari target sasaran 489 kasus atau baru mencapai sekitar 41 persen.

Data tersebut menunjukkan masih terdapat sekitar 59 persen dari target penemuan kasus TBC anak yang belum tercapai. Kondisi ini menjadi perhatian dalam upaya memperkuat penanggulangan TBC melalui peningkatan penemuan kasus, investigasi kontak, pencegahan, diagnosis, hingga pengobatan.

Hal itu menjadi salah satu fokus dalam kegiatan Workshop Identifikasi Hambatan dalam Pelibatan Masyarakat untuk Mengatasi Tuberkulosis Anak dan Percepatan Pembentukan Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (P2 TBC) Provinsi Papua Barat yang berlangsung pada 14–16 Oktober 2026.

Dalam laporan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, dr. Alwan Rimosan, disebutkan bahwa berdasarkan kerangka acuan kegiatan, sasaran TBC anak di Papua Barat diperkirakan mencapai 489 kasus dari total sasaran 3.063 kasus TBC.

“Capaian penemuan 200 kasus hingga Agustus 2026 menunjukkan perlunya penguatan strategi penanggulangan, terutama melalui pelibatan keluarga, masyarakat, pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, organisasi profesi, dan mitra pembangunan,” katanya.

Penanganan TBC anak dinilai tidak dapat hanya dibebankan kepada sektor kesehatan. Dukungan lintas sektor diperlukan agar upaya pencegahan, penemuan kasus, dan pengobatan dapat menjangkau anak-anak yang berisiko, termasuk di wilayah dengan keterbatasan akses pelayanan kesehatan.

Sejumlah tantangan yang menjadi perhatian meliputi keterbatasan akses layanan kesehatan di beberapa wilayah, hambatan dalam penemuan kasus, serta perlunya penguatan jejaring pelayanan kesehatan.

Karena itu, penguatan investigasi kontak, pemberian terapi pencegahan tuberkulosis (TPT), peningkatan kualitas diagnosis dan tata laksana, serta koordinasi lintas program dan lintas sektor menjadi bagian penting dari strategi penanggulangan TBC anak di Papua Barat.

Workshop yang berlangsung selama tiga hari tersebut dirancang sebagai forum untuk mengidentifikasi berbagai hambatan, merumuskan strategi intervensi yang sesuai dengan kondisi daerah, membangun komitmen lintas sektor, serta mempercepat pembentukan Tim P2 TBC Provinsi Papua Barat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan analisis situasi pada 14 Oktober 2026. Selanjutnya, pada 15 Oktober, agenda difokuskan pada penguatan dukungan lintas sektor dan pembentukan tim P2 TBC. Sementara itu, pada 16 Oktober, peserta dijadwalkan menyusun rencana aksi, rencana tindak lanjut, dan kesepakatan bersama.

Peserta kegiatan berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, dinas kesehatan tujuh kabupaten, rumah sakit, puskesmas, perangkat daerah terkait, organisasi profesi, mitra pembangunan, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, media, serta unsur terkait lainnya.

Adapun narasumber dan fasilitator berasal dari unsur Pemerintah Provinsi Papua Barat, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, pengelola program TBC, organisasi profesi seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), serta UNICEF Papua.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan diperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai situasi program TBC anak di Papua Barat, termasuk hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan program di lapangan.

Selain itu, workshop diharapkan menghasilkan strategi penguatan koordinasi, kesepakatan pembentukan Tim P2 TBC, serta rencana aksi yang konkret dan dapat ditindaklanjuti oleh seluruh pemangku kepentingan. (ALW/ON).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here