Orideknews.com, MANOKWARI, — Cakupan imunisasi tambahan campak-rubela atau Outbreak Response Immunization (ORI) di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, mencapai 104,7 persen hingga Rabu, 14 Oktober 2026. Meski telah melampaui target minimal 95 persen, percepatan pelayanan tetap diperlukan untuk memastikan perlindungan anak merata di seluruh wilayah.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, dr. Alwan Rimosan, menegaskan bahwa capaian imunisasi yang melampaui target kumulatif tidak boleh membuat petugas mengendurkan upaya penjangkauan anak.
“Imunisasi campak-rubela di Manokwari sudah melampaui target kumulatif, tapi perlu dikejar karena cakupan minimal harus 95 persen,” ujar Alwan.
Berdasarkan dashboard cakupan imunisasi MR untuk penanggulangan KLB campak, sebanyak 8.027 dosis telah diberikan dari sasaran 7.667 anak berusia 9 bulan hingga di bawah 5 tahun.
Pelaksanaan ORI berlangsung serentak di 16 puskesmas pada 5–17 Oktober 2026. Pada hari kesembilan dari 12 hari pelaksanaan, cakupan kabupaten telah melampaui target, tetapi masih terdapat kesenjangan capaian antarpuskesmas dan kampung.
Alwan juga mengingatkan pentingnya menjangkau setiap anak yang belum memperoleh imunisasi untuk mencegah penularan campak.
“Satu anak yang tidak diimunisasi bisa menjadi pintu masuk penularan bagi anak lain,” tegasnya.
Data per 14 Oktober menunjukkan sebanyak 12 dari 16 puskesmas telah mencapai cakupan minimal 95 persen.
Kedua belas puskesmas tersebut yakni Masni, Sowi IV, Warmare, Mokwam, Pasir Putih, Nuni, Wosi, Macuan, Mowbja, Tanah Rubuh, Maripi, dan SP IV Prafi.
Sementara itu, Puskesmas Sidey mencatat cakupan terendah, yakni 33,9 persen. Dari sasaran 277 anak, baru 94 anak yang tercatat telah mendapatkan imunisasi.
Puskesmas Amban mencatat cakupan 66,6 persen, dengan 347 anak telah diimunisasi dari sasaran 521 anak. Adapun Puskesmas Sanggeng mencapai 74,4 persen, dengan 1.487 dosis diberikan dari sasaran 2.000 anak.
Puskesmas Pulau Mansinam mencatat cakupan 92,5 persen, masih sedikit di bawah target minimal 95 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa capaian agregat kabupaten perlu diikuti dengan percepatan pelayanan pada wilayah yang belum memenuhi target, terutama Sidey, Amban, dan Sanggeng.

Pada tingkat kampung dan kelurahan, sebanyak 119 dari 186 wilayah telah mencapai cakupan minimal 95 persen. Dengan demikian, masih terdapat 67 kampung dan kelurahan yang belum mencapai target.
Puskesmas Warmare mencatat 19 kampung telah mencapai target, disusul Tanah Rubuh dengan 15 kampung. Puskesmas Nuni mencatat 12 kampung, sedangkan Mokwam dan Maripi masing-masing mencatat 11 dan 10 kampung.
Di sisi lain, belum ada kampung di wilayah kerja Puskesmas Sidey yang mencapai cakupan minimal 95 persen. Puskesmas Sanggeng baru mencatat satu kampung yang memenuhi target.
Pemerataan cakupan menjadi perhatian penting karena tingginya angka imunisasi kabupaten tidak serta-merta menunjukkan seluruh wilayah telah memperoleh perlindungan yang memadai.
Dinas Kesehatan terus mendorong keterlibatan tenaga kesehatan, kader, pemerintah kampung, tokoh masyarakat, dan orang tua dalam menyukseskan pelaksanaan ORI.
Alwan mengajak orang tua membawa anak berusia 9 bulan hingga di bawah 5 tahun ke posyandu atau pos imunisasi terdekat sebelum pelaksanaan berakhir pada 17 Oktober 2026.
Imunisasi tambahan ini ditujukan untuk memperkuat perlindungan anak sekaligus membantu memutus rantai penularan campak.
Dengan tersisa tiga hari hingga akhir jadwal pelaksanaan, percepatan penjangkauan anak yang belum diimunisasi menjadi penting.
“Kami memastikan pelayanan tidak hanya mengejar angka cakupan kabupaten, tetapi juga menjangkau kampung dan kelompok sasaran yang masih tertinggal,” tambahnya. (ALW/ON).




