Orideknews.com, MANOKWARI, – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Papua Barat pada 2025 mencapai 68,48, meningkat dibandingkan 2024 yang tercatat sebesar 67,49.
Capaian tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan pembangunan manusia di Papua Barat yang disampaikan dalam sambutan Gubernur Dominggus Mandacan pada peringatan HUT ke-27 provinsi tersebut.
Selain peningkatan IPM, persentase penduduk miskin Papua Barat pada September 2025 tercatat sebesar 19,58 persen. Angka itu menurun 1,08 poin persentase dibandingkan Maret 2025.
Di bidang ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2025 tercatat sebesar 4,55 persen. Sementara itu, rasio Gini pada September 2025 mencapai 0,383.
Perekonomian Papua Barat sepanjang 2025 tumbuh sebesar 6,46 persen. Pada triwulan I 2026, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 4,64 persen secara tahunan atau dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Berbagai capaian ini patut disyukuri, tetapi tidak boleh membuat pemerintah dan masyarakat berpuas diri,” ujarnya.
Menurutnya, angka statistik pembangunan harus tercermin dalam perubahan nyata pada kehidupan masyarakat, termasuk peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, perlindungan masyarakat adat, serta terbukanya lapangan kerja.
Ia menilai pembangunan harus diarahkan agar pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan pemerataan kesejahteraan.
Pemerintah juga perlu memastikan bahwa kelompok masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap pelayanan dasar dapat menikmati hasil pembangunan secara lebih adil.
Melalui program Papua Barat Cerdas, Papua Barat Sehat, dan Papua Barat Produktif, pemerintah diharapkan terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia sekaligus meningkatkan kesempatan masyarakat untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik.
Dominggus menegaskan, ukuran keberhasilan pembangunan yang sesungguhnya adalah ketika manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat di seluruh wilayah Papua Barat. (ALW/ON).

