Orideknews.com, MANOKWARI, – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat menggelar layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi masyarakat dewasa dan usia produktif di Ruang Triton, Lantai 1 Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (12/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Provinsi Papua Barat sekaligus upaya mempercepat pencapaian target nasional CKG pada 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, dr. Alwan Rimosan, Sp.B., FINACS, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk perhatian Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan dan Wakil Gubernur Mohamad Lakotani kepada masyarakat, terutama dalam meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak dini.
“Cek Kesehatan Gratis pada HUT ke-27 ini merupakan kado dari Gubernur dan Wakil Gubernur untuk masyarakat. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Kami ingin seluruh ASN serta masyarakat dewasa dan usia produktif mengetahui status kesehatannya sejak dini. Pemeriksaan ini gratis,” ujar Alwan.
Menurut dia, pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi langkah penting untuk mendeteksi faktor risiko penyakit sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. Karena itu, masyarakat diharapkan memanfaatkan layanan tersebut untuk mengetahui kondisi kesehatannya dan memperoleh konsultasi dari tenaga medis.
Dalam kegiatan itu, pemeriksaan meliputi pengukuran tekanan darah, gula darah untuk mendeteksi risiko diabetes melitus, kolesterol, asam urat, serta pengukuran tinggi badan, berat badan, dan lingkar perut untuk mengetahui status gizi.
Layanan tersebut juga mencakup skrining kanker serviks dan kanker payudara, pemeriksaan kesehatan jiwa untuk mengidentifikasi gejala stres, depresi, dan kecemasan, serta pemeriksaan fungsi paru.
Selain pemeriksaan, tenaga kesehatan memberikan edukasi mengenai gizi seimbang, pentingnya aktivitas fisik, dan upaya berhenti merokok. Masyarakat juga dapat berkonsultasi langsung dengan tenaga medis mengenai kondisi kesehatan masing-masing.
Alwan menjelaskan, percepatan CKG menjadi perhatian Dinas Kesehatan Papua Barat karena pemerintah menargetkan pelayanan kepada 178.103 jiwa atau 30 persen dari sasaran nasional yang ditetapkan untuk Papua Barat hingga Desember 2026.
Berdasarkan data aplikasi SATUSEHAT per 30 Juni 2026, pelayanan CKG di Papua Barat telah menjangkau 1.315 balita dan anak prasekolah serta 3.866 siswa jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah. Dengan demikian, total anak dan pelajar yang telah dilayani mencapai 5.181 orang.
Untuk kelompok balita dan anak prasekolah, sasaran yang ditetapkan sebanyak 51.459 anak. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.315 anak telah mendapatkan pelayanan, dengan cakupan yang dilaporkan sebesar 2,96 persen.
Sementara itu, program CKG bagi siswa menyasar 127.607 anak sekolah. Sebanyak 4.334 siswa telah mendaftar, dengan 3.866 siswa di antaranya tercatat telah mendapatkan pelayanan. Dari jumlah siswa yang dilayani tersebut, sebanyak 2.894 siswa dilaporkan telah menyelesaikan seluruh rangkaian pelayanan.
Data tersebut menunjukkan bahwa perluasan jangkauan pelayanan masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah, terutama untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dan memperluas pelaksanaan pemeriksaan di fasilitas kesehatan.
Dalam pelaksanaan CKG balita dan anak prasekolah, Kabupaten Pegunungan Arfak mencatat cakupan tertinggi sebesar 14,42 persen, disusul Kabupaten Fakfak sebesar 7,47 persen.
Adapun untuk CKG sekolah, Kabupaten Fakfak mencatat cakupan sebesar 10,14 persen atau 1.508 siswa, sedangkan Kabupaten Pegunungan Arfak mencapai 9,50 persen.
Dari total 82 puskesmas di Papua Barat, sebanyak 81 puskesmas atau 98,78 persen tercatat aktif dalam pelayanan CKG balita dan anak prasekolah.
Namun, pelaksanaan CKG di sekolah masih perlu diperluas. Berdasarkan data Dinas Kesehatan, baru 34 puskesmas yang melaksanakan program tersebut, sementara 47 puskesmas lainnya belum melaksanakan pelayanan CKG sekolah hingga akhir Juni 2026.
Dinas Kesehatan Papua Barat kata Alwan, juga mencatat temuan masalah gizi pada kelompok anak yang diperiksa. Sebanyak 315 anak terdeteksi mengalami stunting dan 18 anak mengalami gizi kurang. Temuan ini menjadi salah satu alasan pentingnya memperkuat pemeriksaan kesehatan, pemantauan pertumbuhan, dan tindak lanjut pelayanan bagi anak.
Untuk mempercepat pencapaian target, Pihaknya lanjut Alwan, telah menerbitkan surat edaran percepatan pelaksanaan CKG kepada tujuh kabupaten di wilayah Papua Barat.
Percepatan tersebut didukung sejumlah inovasi pelayanan yang disesuaikan dengan karakteristik dan kondisi geografis masyarakat, di antaranya CKG Satu Tungku Tiga Batu, CKG Rumah Kaki Seribu, CKG Perahu Sehat, dan CKG Rumah Adat.
Ia mengaku, Inovasi tersebut diharapkan dapat mendekatkan layanan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat, termasuk warga yang menghadapi kendala akses terhadap fasilitas kesehatan.
Menurur Alwan, Dinas Kesehatan juga merencanakan kegiatan CKG massal di enam kabupaten dalam rangka menyambut Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62. Kegiatan itu diarahkan untuk memperluas cakupan pelayanan pada semester kedua 2026. (ALW/ON).

