Home Kesehatan Kadinkes Papua Barat Apresiasi Puskesmas Se-Manokwari, Enam Hari Cakupan Imunisasi Campak 78,7...

Kadinkes Papua Barat Apresiasi Puskesmas Se-Manokwari, Enam Hari Cakupan Imunisasi Campak 78,7 Persen

Orideknews.com, MANOKWARI – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, dr. Alwan Rimosan, Sp.B., FINACS, mengapresiasi kinerja 16 puskesmas di Kabupaten Manokwari dalam pelaksanaan imunisasi tambahan Campak-Rubela atau Outbreak Response Immunization (ORI) untuk menanggulangi Kejadian Luar Biasa (KLB) campak.

Hingga Sabtu (10/10/2026), sebanyak 6.035 anak usia 9 bulan hingga di bawah 5 tahun telah menerima imunisasi, atau mencapai 78,7 persen dari total 7.667 anak yang menjadi sasaran. Capaian tersebut diraih dalam enam hari pelaksanaan dari jadwal 5–17 Oktober 2026.

Realisasi ini melampaui target kumulatif hari keenam sebesar 47,5 persen. Meski demikian, masih terdapat 2.320 anak yang harus dijangkau sebelum pelaksanaan ORI berakhir pada 17 Oktober 2026.

Dr. Alwan mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama tenaga kesehatan, kader, pemerintah daerah, dan berbagai pihak yang terlibat dalam percepatan imunisasi, termasuk di wilayah pegunungan dan daerah dengan tantangan akses pelayanan kesehatan.

“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada kepala puskesmas, petugas imunisasi, bidan, perawat, dan kader di seluruh Kabupaten Manokwari. Dalam enam hari, mereka sudah menjangkau lebih dari enam ribu anak, termasuk di wilayah pegunungan seperti Mokwam yang sudah melampaui target. Ini bukti bahwa kerja bersama bisa melindungi anak-anak kita,” ujar dr. Alwan.

Berdasarkan data Dashboard Cakupan Imunisasi MR KLB Campak yang bersumber dari laporan PWS-SAKTI, lima puskesmas telah mencatat cakupan di atas 95 persen. Kelima puskesmas tersebut yakni Puskesmas Pasir Putih sebesar 150,1 persen, Sowi IV 142 persen, Warmare 124,9 persen, Mokwam 119,4 persen, dan Masni 104,7 persen.

Sementara itu, Puskesmas Nuni telah mencapai cakupan 92 persen, mendekati target yang ditetapkan. Secara keseluruhan, sebanyak 72 dari 186 kampung dan kelurahan di Kabupaten Manokwari telah mencapai cakupan imunisasi minimal 95 persen.

Namun, dr. Alwan menegaskan bahwa capaian tersebut belum menjadi alasan untuk mengendurkan upaya penanggulangan KLB campak. Pemerintah menargetkan cakupan minimal 95 persen di setiap kampung dan kelurahan agar perlindungan terhadap anak dapat merata dan rantai penularan campak bisa diputus.

“Kita di atas jadwal, tetapi belum selesai. Masih ada 2.320 anak yang perlu dijangkau dalam enam hari kerja ke depan. Satu anak yang tidak diimunisasi bisa menjadi pintu masuk penularan bagi anak lain,” tegasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, dr. Alwan Rimosan

Untuk mempercepat pencapaian target, Dinas Kesehatan akan memprioritaskan wilayah dengan cakupan imunisasi di bawah 75 persen, antara lain wilayah kerja Puskesmas Sanggeng, Wosi, Amban, Sidey, Maripi, Mowbja, dan Tanah Rubuh. Adapun capaian Puskesmas Pulau Mansinam masih menunggu masuknya laporan.

Langkah percepatan dilakukan melalui penambahan pos pelayanan imunisasi, kunjungan dari rumah ke rumah atau sweeping, serta pendampingan langsung oleh tim Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari.

Dr. Alwan juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan Pemerintah Kabupaten Manokwari, Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, para kepala distrik dan kepala kampung, TNI/Polri, tokoh agama, tokoh adat, guru PAUD/TK, serta media yang turut mendukung pelaksanaan dan menyebarluaskan informasi mengenai pentingnya imunisasi.

Ia mengajak para orang tua yang belum membawa anaknya untuk segera mendatangi posyandu atau pos imunisasi terdekat sebelum pelaksanaan ORI berakhir pada 17 Oktober 2026.

“Bapak dan Mama, bawa anak usia 9 bulan sampai di bawah 5 tahun ke posyandu atau pos imunisasi terdekat. Imunisasi ini gratis dan aman. Anak yang sudah pernah diimunisasi campak tetap perlu ikut, karena dosis tambahan ini memperkuat perlindungan,” pesannya.

Selain mempercepat imunisasi, Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada kader atau puskesmas terdekat apabila menemukan anak yang mengalami demam disertai bintik-bintik merah atau gejala yang dicurigai sebagai campak. Pelaporan dini diperlukan agar anak segera mendapatkan penanganan dan risiko penularan kepada orang lain dapat ditekan.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here